Pedagang Bawang Pasar Lima Masih ‘Menggantung’, Perumda Pasar: Sudah Tahap Tender

  • 25 Mei 2026 15:26 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Nasib para pedagang bawang di Pasar Lima atau Pasar Bawang, Kota Banjarmasin hingga kini masih belum menemui kepastian pasca kebakaran hebat yang terjadi pada 4 Mei 2026 lalu. Di tengah harapan para pedagang untuk segera kembali berjualan normal, proses pembangunan pasar pengganti ternyata masih berada pada tahap seleksi tender.

Kondisi tersebut membuat puluhan pedagang hingga ratusan buruh pasar yang terdampak kebakaran masih harus bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi. Kebakaran besar yang melanda kawasan Pasar Bawang itu sebelumnya menghanguskan sejumlah lapak dan aktivitas perdagangan.

Sejak saat itu, para pedagang terus menunggu solusi konkret dari pihak pengelola pasar. Direktur Perumda Pasar, Abdan Syakura mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali melakukan koordinasi dan rapat bersama para perwakilan pedagang terdampak.

“Pasca kebakaran terjadi, kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dan rapat dengan para pedagang. Dan sudah ada kesepakatan bahwa yang akan membangun kembali area kebakaran itu adalah Perumda Pasar,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Senin, 25 Mei 2026.

Namun demikian, Abdan mengakui proses pembangunan masih belum bisa dimulai lantaran saat ini masih menunggu tahapan penawaran dari sejumlah vendor yang mengikuti tender pengerjaan. Meski prosesnya masih berjalan, Perumda Pasar menargetkan pembangunan pasar pengganti itu bisa rampung pada Agustus 2026 mendatang.

“Tahapannya saat ini sedang berproses. Kita menunggu penawaran dari beberapa vendor, yang hari ini akan masuk penawaran-penawaran tersebut,” ujarnya.

Abdan juga menjelaskan, bangunan baru yang akan dibangun nantinya bersifat semi permanen. Konsep tersebut disebut merupakan arahan langsung dari Wali Kota Muhammad Yamin agar kawasan pasar lebih tertata dan aman dari risiko kebakaran maupun banjir.

“Untuk ke depannya kita harus membuat bangunan yang lebih tertata dan lebih tertib lagi. Sehingga kita bisa memitigasi beberapa risiko, terutama di Banjarmasin ini kan risiko kebanjiran dan kebakaran,” ujarnya.

Di sisi lain, lambannya proses pembangunan membuat para pedagang berharap realisasi janji tersebut tidak kembali molor. Sebab, semakin lama pembangunan dilakukan, semakin besar pula tekanan ekonomi yang harus mereka tanggung setiap harinya.

Sebelumnya, sejumlah pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Bawang Merah Banjarmasin mendatangi Balai Kota Banjarmasin, Senin, 25 Mei 2026. Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait nasib pasca kebakaran hebat yang melanda lokasi dagang pada 4 Mei 2026 lalu.

Namun, kedatangan para pedagang itu belum membuahkan hasil, lantaran gagal bertemu dengan Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR. Kekecewaan pun disampaikan para pedagang yang mengaku hingga kini belum mendapatkan kepastian soal relokasi maupun izin untuk kembali berjualan di lokasi bekas kebakaran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....