Hisab Kurban: Prinsip Matematika Syariat untuk Keadilan Berbagi

  • 25 Mei 2026 13:38 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Ibadah kurban dalam Islam ternyata mampu, memuat prinsip matematika. Fakta menarik ini ditegaskan langsung oleh Ustaz Hasby Assidiqi S.Pd, M.Pd,. Dalam siaran Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, Minggu 24 Mei 2016.

Mengangkat topik mengenai 'Hisab Qurban: Nishab, Nisbah, dan Keadilan Berbagi'. Ustaz Hasby menyoroti aturan nishab sebagai batas kemampuan umat. Syariat Islam tidak pernah memaksakan ibadah bagi kaum miskin.

Dimensi keadilan sosial juga menjadi landasan utama proses pembagian daging. Ustadz Hasby menjelaskan, pola ideal nisbah sebesar sepertiga bagian dengan rata. Distribusi ini mencakup keluarga pekurban, kerabat, dan masyarakat dhuafa.

"Pola sepertiga ini mencerminkan teori proporsi matematika yang adil. Tidak boleh ada pihak yang merasa dizalimi saat pembagian. Semua lapisan masyarakat berhak merasakan kebahagiaan saat perayaan Iduladha," ucapnya.

Ustaz Hasby menegaskan bahwa kurban juga mengajarkan umat muslim tentang dimensi matematika keberkahan. Allah akan melipatgandakan pahala bagi setiap hamba yang ikhlas. Harta yang disedekahkan di jalan Allah pasti membawa berkah, dan akan di tambah.

Kendati melibatkan perhitungan angka, esensi kurban adalah ketakwaan murni. Daging maupun darah hewan ternak tidak akan mencapai Allah. Nilai keikhlasan manusialah yang justru menjadi penentu utama kelayakan ibadah.

Akademisi UIN Antasari ini mengimbau warga untuk menjaga niat. Karena ibadah kurban bukan sekadar ajang unjuk kekayaan atau tradisi. Namun berkurban adalah wujud nyata kepedulian sosial yang penuh adab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....