Menjelang Waisak, Wihara Buddhayana Gelar Prosesi Mandikan Rupang
- 25 Mei 2026 07:34 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Menjelang perayaan Waisak 2570 BE, Wihara Buddhayana di Jalan Veteran Banjarmasin dipadati oleh umat Buddha pada Minggu, 24 Mei 2026. Kehadiran para umat tersebut bertujuan untuk melaksanakan ritual sakral pemandian Rupang Bayi Siddharta.
Anggota Sangha Agung Indonesia, Bhante Bhadravajra, menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian penting dalam menyambut Hari Raya Waisak. Ritual pemandian simbolis tersebut menjadi refleksi untuk menumbuhkan cinta kasih serta mengikis kegelapan batin.
"Dengan antusias kami menjalankan ritual ini. Sekaligus juga mengingat kembali kelahiran penerangan sempurna Buddha," ujarnya usai jalannya ritual.
Prosesi ibadah diawali dengan ritual pertobatan guna membersihkan diri dari segala kesalahan di masa lampau. Selama ritual berlangsung, lantunan mantra keselamatan, kesejahteraan, rasa syukur, serta cinta kasih dikumandangkan secara khidmat.
Dalam pelaksanaannya, penyiraman air suci ke rupang dilakukan sebanyak tiga kali berturut-turut. Siraman pertama merupakan simbol menghilangkan kebencian, siraman kedua untuk menghancurkan keserakahan, dan siraman ketiga bermakna memotong kegelapan batin.
Dalam prosesnya, penyiraman air suci hanya diperbolehkan dari batas bagian dada patung hingga ke bawah. Pembatasan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap kesucian kebuddhaan.
"Kami berharap melalui ritual ini dapat mewujudkan perdamaian. Sehingga kita dapat hidup berdampingan tanpa saling menyakiti," kata Bhante Bhadravajra.
Ritual penyiraman rupang ini sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian sakral menyongsong Purnama Sidhi. Puncak perayaan Hari Raya Waisak sendiri akan berlangsung pada 31 Mei 2026 mendatang yang berpusat pada upacara Waisak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....