Kurban Bukan Sekadar Ritual Tahunan, Ini Makna Spiritualnya

  • 25 Mei 2026 07:51 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kurban mengajarkan nilai ketakwaan dan keikhlasan kepada Allah SWT
  • Ibadah kurban meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail
  • Kurban menjadi sarana penyucian diri dari sifat buruk manusia

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Ibadah kurban dinilai tidak hanya sebatas penyembelihan hewan, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dalam kehidupan umat Islam. Umat Islam didorong untuk mengetahui makna spiritual yang ada di dalam pelaksanaan ibadah kurban.

Guru Besar UIN Antasari, Prof. Dr. H. Jalaluddin, M.Hum menyatakan esensi utama kurban terletak pada ketakwaan dan keikhlasan hati kepada Allah SWT. Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa yang sampai kepada Allah bukan daging dan darah hewan, melainkan ketakwaan manusia.

“Kurban mengajarkan manusia untuk tunduk dan patuh kepada Allah dengan penuh keikhlasan. Nilai terpentingnya bukan pada hewan yang disembelih, tetapi pada kualitas ketakwaannya," ujar Prof. Jalaluddin dalam dialog Kuliah Subuh, Senin 25 Mei 2026.

Ia menjelaskan, ibadah kurban juga menjadi pengingat atas keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menghadapi ujian keimanan. Spirit pengorbanan itu ia nilai relevan dalam kehidupan modern yang penuh keterikatan duniawi.

“Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail mengajarkan totalitas dalam menjalankan perintah Allah. Kurban melatih manusia untuk mengendalikan rasa cinta berlebihan terhadap dunia," ucapnya.

Selain itu, Prof. Jalaluddin juga mengatakan penyembelihan hewan kurban dinilai mampu membangkitkan kesadaran manusia terhadap kehidupan akhirat. Kurban menjadi momentum refleksi bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT.

“Kurban juga menjadi simbol penyucian diri dari sifat tamak, egois, dan rakus. Melalui ibadah ini, manusia diajak membangun akhlak yang lebih mulia," kata Prof. Jalaluddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....