Buah Lokal Kalsel Kian Tak Dikenal
- 24 Mei 2026 05:25 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Buah lokal Kalimantan Selatan mulai jarang dikenal generasi muda.
- Mohamad Hanif Wicaksono menginisiasi Festival Buah Lokal untuk pelestarian.
- Pelestarian buah lokal terkendala SDM dan pendanaan
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Keberadaan buah lokal Kalimantan Selatan mulai terancam karena semakin kurang dikenal masyarakat, terutama generasi muda. Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Tunas Meratus, Mohamad Hanif Wicaksono dalam dialog Green Radio di RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu 23 Mei 2026.
Hanif menjelaskan, banyak masyarakat bahkan tidak mengetahui asal-usul buah lokal yang mereka jual atau konsumsi sehari-hari. Kondisi tersebut membuat kekayaan hayati Banua perlahan kehilangan perhatian.
“Banyak buah lokal kita yang sebenarnya unik, tetapi mulai jarang dikenal masyarakat,” ucap Mohamad Hanif Wicaksono. “Anak muda sekarang bahkan ada yang belum pernah melihat beberapa jenis buah khas Kalimantan.”

Ketertarikan Hanif terhadap konservasi buah lokal bermula saat bertugas di Desa Marajai, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan. Dari pengalaman itu, ia bersama masyarakat mulai menginisiasi Festival Buah Lokal yang masih berlangsung hingga sekarang.
| Baca juga: BMKG: Kalsel Hari ini Cerah Berawan |
“Awalnya saya tertarik karena masyarakat sendiri kurang mengenal buah yang ada di daerahnya,” katanya. “Dari situ muncul semangat untuk mendokumentasikan dan melestarikannya.”
Ia mengatakan, keterbatasan sumber daya manusia dan dukungan pendanaan masih menjadi tantangan besar dalam mengenalkan buah lokal ke masyarakat luas. Padahal, buah lokal dinilai memiliki potensi besar sebagai identitas khas Kalimantan Selatan.
“Kalau tidak dikenalkan sejak sekarang, banyak buah lokal bisa hilang bersama perubahan zaman,” ujar Mohamad Hanif Wicaksono. “Pelestarian harus dimulai dari kepedulian masyarakat terhadap kekayaan daerahnya sendiri.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....