Peringati Jumat Kelabu, Ratusan Mahasiswa Turun ke Jalan

  • 23 Mei 2026 18:06 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM se-Kalimantan Selatan memadati kawasan Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin pada Sabtu, 23 Mei 2026. Aksi tersebut digelar untuk mengenang tragedi kelam Jumat Kelabu yang terjadi pada 23 Mei 1997 silam.

Dalam aksi mengenang peristiwa di pengujung era Orde Baru tersebut, massa membawa berbagai atribut seperti bendera, spanduk, hingga peti mayat. Atribut ini dihadirkan sebagai simbol merawat ingatan publik agar kerusuhan serupa tidak kembali terulang.

Jenderal Lapangan Aksi, Muhammad Arifin, mengungkapkan agenda refleksi ini berjalan dengan lancar. Selain orasi, massa aksi juga membacakan puisi, melakukan aksi tabur bunga, dan ditutup dengan doa bersama.

"Harapan kita, ketika ada pemilu-pemilu, jangan sampai peristiwa seperti ini terulang kembali. Jangan sampai hari ini kita terpecah belah atas dasar fanatisme dalam berpolitik," ujar Arifin usai aksi.

Ia menambahkan, gesekan politik sering kali terjadi di tingkat akar rumput akibat dipicu oleh ego elit politik. Oleh karena itu, momentum ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih bijak dan tidak mudah diadu domba.

Sementara itu, jajaran Polresta Banjarmasin melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi unjuk rasa. Langkah ini diambil guna memastikan situasi tetap kondusif selama aksi damai berlangsung.

Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan arus lalu lintas, petugas sempat menutup sebagian ruas jalan tersebut. Arus kendaraan kemudian dialihkan oleh petugas ke sejumlah jalur alternatif di sekitarnya.

Plh. Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Timbul R.K. Siregar, memastikan jalannya penyampaian aspirasi mahasiswa berlangsung aman. Sebanyak 200 personel kepolisian disiagakan di dua titik konsentrasi massa pada aksi ini.

"Kegiatan hari ini berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Teman-teman mahasiswa juga menyampaikan aspirasi mereka dengan baik," ucapnya.

Ia memastikan pihaknya akan terus mengawal dan melayani setiap aksi penyampaian aspirasi di hadapan publik. Kombes Pol Timbul juga mengimbau agar setiap gerakan demonstrasi ke depan tetap dilaksanakan secara tertib.

Tragedi Jumat Kelabu sendiri merupakan salah satu catatan sejarah kelam yang pernah terjadi di Kota Banjarmasin. Peristiwa memilukan ini dipicu oleh gesekan politik menjelang Pemilu 1997 silam.

Peristiwa kerusuhan massal tersebut menyebabkan kerusakan berbagai fasilitas kota serta menelan ratusan korban jiwa. Hingga saat ini, trauma sosial yang mendalam pun masih dirasakan oleh warga Kalimantan Selatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....