Kemampuan Bahasa Jadi Kunci, Bukan Sekadar Sertifikat Tes

  • 23 Mei 2026 07:37 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tes bahasa dinilai kehilangan makna ketika hanya dijadikan syarat administratif tanpa diiringi kemampuan nyata. Hal ini disampaikan Koordinator Bahasa Inggris Unit Pengembangan Bahasa UIN Antasari, Thaibatun Nisa, M.Pd, dalam dialog Lentera Kehidupan di RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat 22 Mei 2026.

Ia menyoroti masih banyak peserta yang mengikuti tes bahasa hanya untuk memperoleh sertifikat kelulusan. Akibatnya, proses belajar lebih berorientasi pada trik cepat dibanding penguasaan bahasa secara menyeluruh.

“Banyak orang fokus mengejar skor tinggi, tetapi tidak benar-benar menguasai kemampuan berbahasa,” kata Thaibatun Nisa. “Akhirnya sertifikat ada, tetapi kemampuan komunikasi masih lemah.”

Menurutnya, kondisi tersebut membuat tes bahasa sering dianggap membebani mahasiswa maupun pencari kerja. Padahal, persoalan utamanya bukan pada tes, melainkan pola belajar yang kurang tepat.

“Kalau belajar hanya demi lulus ujian, maka bahasa akan terasa sebagai beban,” ucapnya. “Mindset itu yang perlu diubah terlebih dahulu.”

Ia menambahkan, pembelajaran intensif dan metode imersif dapat menjadi solusi agar bahasa tidak sekadar formalitas. Kebiasaan mendengarkan podcast, membaca artikel internasional, hingga menonton tanpa subtitle dinilai lebih efektif membangun kemampuan nyata.

“Bahasa harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari agar menjadi keterampilan hidup,” ujar Thaibatun Nisa. “Ketika kemampuan terbentuk, skor tes biasanya akan mengikuti dengan sendirinya.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....