Banjir Rob Dikala Kemarau: Jalan Terendam, Permukiman Warga Capai Selutut
- 21 Mei 2026 11:19 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Kalimantan Selatan mulai memasuki musim kemarau, kondisi di Kota Banjarmasin justru berkata lain. Curah hujan yang masih tinggi ditambah pasang air laut membuat sejumlah kawasan kembali dikepung banjir rob.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Budi Fitriadi mengungkapkan, saat ini pasang air laut sedang berada pada titik tertinggi dan diperkirakan berlangsung hingga sepekan ke depan. Kondisi tersebut semakin diperparah dengan hujan yang masih rutin mengguyur Kota Seribu Sungai.
“Dari informasi BMKG kita memang sudah memasuki masa kemarau. Tapi kenyataannya sampai saat ini curah hujan masih tinggi, ditambah pasang air laut juga sedang tinggi-tingginya,” ujar Budi, Kamis, 21 Mei 2026.
Akibat kombinasi hujan dan rob tersebut, genangan air mulai muncul di sejumlah ruas jalan hingga kawasan permukiman warga. Untuk jalan raya, ketinggian air rata-rata mencapai 30 hingga 40 sentimeter.
Sementara di beberapa kawasan perumahan, air bahkan menggenang hingga 60 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. “Seperti di daerah Perdagangan dan Japri Zam-Zam, air cukup tinggi. Itu karena kombinasi hujan dan rob,” ujarnya.
BPBD Kota Banjarmasin pun kini terus bersiaga menghadapi ancaman banjir rob yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Personel disiagakan selama 24 jam untuk melakukan pemantauan di titik-titik rawan genangan berdasarkan laporan masyarakat.
“Kami standby terus. Anggota melakukan monitoring ke lokasi-lokasi yang tergenang berdasarkan laporan masyarakat,” ucapnya.
Budi juga menyoroti persoalan drainase di sejumlah kawasan yang dinilai belum mampu mengalirkan air secara maksimal. Salah satunya di kawasan Kayu Tangi yang memiliki aliran sungai mati sehingga memperlambat pembuangan air.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD aktif memberikan informasi dan imbauan kepada masyarakat melalui media sosial resmi mereka. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang bisa datang sewaktu-waktu.
“Kami terus menyampaikan informasi berulang-ulang agar masyarakat bisa lebih waspada sedini mungkin. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir rob yang bisa datang sewaktu-waktu,” ucap Budi.
Meski hingga kini belum ada permintaan evakuasi dari warga, petugas BPBD sempat membantu sejumlah pengendara yang kendaraannya mogok setelah menerobos genangan air saat patroli monitoring dilakukan. “Kalau evakuasi belum ada. Tapi kemarin ada masyarakat yang kendaraannya mogok di jalan dan langsung dibantu anggota kami,” ujarnya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....