Dari Kain Tradisional Jadi Lifestyle, Sasirangan Tak Lagi Sekadar Warisan Budaya
- 21 Mei 2026 08:57 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Najwa Nur Putri dari Sasirangan Premium Najwa berhasil meraih kategori Best of The Best motif pewarna alam pada Grand Final Lomba Desain Motif Sasirangan (LDMS) Kota Banjarmasin Tahun 2026. Najwa mengaku bersyukur dan bangga dapat menjadi juara dalam ajang yang mempertemukan para pemenang LDMS dari tahun-tahun sebelumnya tersebut.
Ia juga mengajak para pengrajin sasirangan untuk terus berinovasi menciptakan motif baru agar semakin dikenal luas hingga mancanegara. “Untuk para pengrajin yang lain, yuk ke depannya kita buat lebih banyak motif lagi. Sehinga agar orang luar daerah dapat jatuh cinta bahkan sampai internasional,” katanya, mengajak.
Lain halnya dengan Fahmi, pemenang kategori Best of The Best motif pewarna kimia. Fahmi menilai hadirnya kategori tersebut menjadi langkah positif Pemerintah Kota Banjarmasin dalam memperkaya motif sasirangan dan meningkatkan peluang pemasaran di masa mendatang.
“Alhamdulillah dengan adanya kategori Best of The Best ini merupakan langkah yang bagus dari Pemkot untuk memperkaya jenis motif baru serta penjualan ke depannya. Jadi sasirangan ini bukan hanya sebagai kain, tetapi bisa menjadi lifestyle kita semua, mulai dari jaket, baju kemeja, dress, dan sebagainya,” ujarnya.
Ia berharap sasirangan dapat menembus pasar ekspor dengan dukungan pemerintah dan berbagai pihak terkait. “Ke depannya kami berharap sasirangan ini dapat diekspor. tetapi kami juga butuh bantuan kawan-kawan serta Pemerintah Kota dalam hal prosedur tersebut,” ucapnya.
Saat membuka Grand Final LDMS Kota Banjarmasin “Best of The Best” Tahun 2026, Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR menegaskan pentingnya inovasi dan kreativitas dalam pengembangan kain sasirangan sebagai identitas budaya sekaligus kekuatan ekonomi kreatif daerah. Menurutnya, sasirangan bukan sekadar kain tradisional, tetapi juga simbol identitas, perjalanan sejarah, nilai budaya, dan kreativitas masyarakat Banjar.
"Karena itu, inovasi menjadi kunci agar sasirangan tetap relevan, diminati generasi muda, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Lomba desain motif seperti ini sangat penting, bukan hanya mencari motif yang indah secara visual, tetapi juga mendorong lahirnya gagasan baru dan identitas khas Kota Banjarmasin,” kata Yamin.
Sementara itu, Ketua Dekranasda, Neli Listriani menyampaikan rasa bangga atas konsistensi pelaksanaan LDMS yang telah berlangsung selama sembilan tahun di Kota Banjarmasin. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas masyarakat terus tumbuh dan berkembang.
"Para pengrajin yang mengikuti lomba bertajuk best of the best ini merupakan pemenang desain motif sasirangan tahun tahun sebelumnya. Jadi disini semua desain sangat bagus," ucap Neli.
Neli menilai LDMS menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan produk kerajinan daerah sekaligus mendorong pelaku industri kecil dan menengah agar semakin maju dan berdaya saing. "Kami berharap Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Dekranasda berharap sasirangan semakin dikenal. Semakin dicintai masyarakat, serta terus menjadi kebanggaan daerah dan mampu membuka peluang usaha bagi masyarakat," ujarnya.
Berikut daftar pemenang kategori Best of The Best motif pewarna kimia yakni:
Juara I Fahmianoor dari Fahmi Sasirangan.
Juara II Muslim Sugianto dari Muslim Sasirangan.
Juara III Nurdiansyah dari Unique Sasirangan.
Sedangkan untuk kategori Best of The Best motif pewarna alam:
Juara I diraih Najwa Nur Putri dari Sasirangan Premium Najwa.
Juara II Sandi Agustinus dari Kantan Sasirangan.
Juara III Ena Sahena dari Sahena Sasirangan.
Adapun untuk kategori reguler pewarna alam, Juara I diraih Supianor dari Adyt Sasirangan, Juara II Ahmad Hilman Jamil dari Kasasiur Banjar, Juara III Bustami dari Balakas Sasirangan. Lalu juara IV diraih oleh Rina Rahmawati dari Jasymira, Juara V Muhammad Rafi dari D’sujing Sasirangan Limited, dan Juara VI Hasan Basri dari Hasan Sasirangan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....