Curah Hujan Tinggi, Tiga Kecamatan di HST Direndam Banjir

  • 18 Mei 2026 21:23 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Barabai - Hujan dengan intensitas tinggi melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah sejak Senin dini hari, 18 Mei 2026. Akibat kondisi tersebut, debit air sungai mengalami peningkatan dan menyebabkan banjir di sejumlah titik.

Berdasarkan data BPBD Damkar HST, tiga kecamatan terdampak banjir dengan belasan desa terendam. Kondisi ini menyebabkan jalanan, pekarangan rumah, hingga rumah warga terendam dengan ketinggian bervariasi.

Di Kecamatan Batu Benawa, tercatat Desa Aluan Besar dan Desa Paya Besar hingga pukul 16.00 Wita masih direndam banjir. Total sebanyak 654 rumah dengan 1.889 jiwa terdampak dalam peristiwa banjir kali ini.

Di Desa Aluan Besar banjir turut merendam satu musala dan kantor desa. Sementara di Desa Paya Besar satu buah sekolah juga ikut terendam.

Sedangkan di Kecamatan Barabai, banjir melanda tujuh kelurahan dan desa dengan ketinggian air sekitar 10 hingga 60 cm di jalanan umum. Total rumah warga terdampak sebanyak 1.152 rumah dengan total 3.281 jiwa terdampak.

Dengan cakupan banjir terbesar, Kecamatan Barabai mencatatkan puluhan fasilitas umum turut terendam. Tercatat banjir merendam 8 buah rumah ibadah, 14 buah fasilitas pendidikan, hingga 12 buah perkantoran.

Sementara di Kecamatan Pandawan, banjir berdampak pada empat desa, yakni Desa Kayu Rabah, Desa Jaranih, Desa Masiraan, dan Desa Palajau. Sebanyak 683 rumah terdampak dalam banjir kali ini, dengan total 2.034 jiwa merasakan dampak luapan air.

Kepala BPBD Damkar HST, Ahmad Fathoni, mengatakan hingga saat ini tim tengah disiagakan untuk terus memantau kondisi debit air. Ia menyampaikan bahwa air sudah mulai berangsur surut di Kecamatan Batu Benawa.

"Sedangkan di Kecamatan Barabai ketinggian air bertahan dan sebagian cenderung ada kenaikan. Di Kecamatan Pandawan air masih mengalami peningkatan," katanya kepada RRI.

Selain memantau kondisi debit air, tim juga disiagakan untuk melakukan pendataan lapangan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan data warga yang terdampak banjir dapat terus diperbarui.

Lebih lanjut, Ahmad Fathoni mengimbau masyarakat untuk terus memantau kondisi debit air, terutama bagi yang tinggal di wilayah bantaran sungai dan dataran rendah. Hal ini mengingat curah hujan masih cukup intens di wilayah HST.

"Jangan panik. Amankan aliran listrik, barang-barang berharga, isi penampungan air bersih, serta bentuk kesiapsiagaan lainnya," katanya menegaskan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....