Toxic Relationship hingga Perundungan Digital Mengintai! Pemko Libatkan Pemuda

  • 18 Mei 2026 11:26 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Banjarmasin merespons ancaman kekerasan dan berbagai persoalan sosial yang kini membayangi anak dan remaja di era digital. Bertempat di Banjarmasin, Senin, 18 Mei 2026, digelar kegiatan penguatan peran bersama dalam upaya perlindungan anak dan remaja dari berbagai bentuk kekerasan.

Mulai dari perundungan, kriminalitas, pergaulan tidak sehat, hingga fenomena toxic relationship dan penyalahgunaan media sosial. Kegiatan tersebut menghadirkan Kepala Dinas PPPA Kota Banjarmasin, M. Ramadhan dan psikolog sekaligus dosen Program Studi Psikologi FKIK ULM, Rika Vira Zwagery sebagai narasumber.

Sebanyak 60 peserta yang terdiri dari Forum Anak Kota Banjarmasin dan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat turut dilibatkan dalam kegiatan tersebut. Tujuannya sebagai bentuk pelibatan aktif generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak dan remaja.

Kepala Dinas PPPA Kota Banjarmasin, M. Ramadhan menegaskan bahwa ancaman terhadap anak dan remaja saat ini tidak lagi hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga berkembang masif di ruang digital. Ia menekankan, perlindungan anak bukan hanya menjadi tugas pemerintah semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Anak-anak sekarang menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks. Perundungan, kekerasan verbal, pengaruh pergaulan bebas, hingga toxic relationship bisa muncul dari media sosial yang setiap hari mereka akses,” ujarnya.

Sementara itu, psikolog Rika Vira Zwagery mengingatkan pentingnya literasi digital dan kemampuan remaja dalam mengontrol emosi serta relasi sosial. Menurutnya, media sosial juga menjadi ruang yang sangat berpengaruh terhadap pola pikir dan kesehatan mental generasi muda apabila tidak digunakan secara bijak.

“Kita tidak bisa melarang anak memakai media sosial, tetapi kita harus membekali mereka dengan kemampuan berpikir kritis dan kesadaran untuk menjaga diri,” tegasnya.

Selain sesi pemaparan materi, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi terbuka bagi peserta untuk menyampaikan keresahan dan pengalaman yang sering terjadi di lingkungan pergaulan remaja saat ini. Melalui kegiatan ini, Pemko Banjarmasin berharap anak dan remaja tidak hanya menjadi objek perlindungan, tetapi juga tampil sebagai pelopor dan agen perubahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....