Banjarmasin Dipercaya Uji Coba Bansos Digital Nasional
- 18 Mei 2026 11:24 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong transformasi layanan sosial berbasis digital. Langkah itu ditandai lewat kegiatan Sosialisasi Perluasan Piloting Digitalisasi Perlindungan Sosial melalui Digital Public Infrastructure (DPI) lintas stakeholder yang digelar di sebuah hotel berbintang, Senin pagi, 18 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dibuka langsung Wali Kota H. M. Yamin HR didampingi Ketua TP PKK, Neli Listiani. Hadir pula sejumlah pejabat nasional hingga daerah, mulai dari Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial Kemensos RI Joko Widiarto, Tenaga Ahli Dewan Ekonomi Nasional RI Guntur Augustin Sinaga, Direktur Pengawasan Bidang Sosial dan Perlindungan Pekerja Migran BPKP Bidi Purnomo, hingga Kepala BPS Kalsel Ahmad Mudzakkir.
Dalam sambutannya, Yamin menegaskan bahwa era pelayanan publik manual yang lambat dan berbelit harus segera ditinggalkan. Menurutnya, digitalisasi kini menjadi kebutuhan mutlak agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.
“Pemerintah dituntut menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, terintegrasi, tepat sasaran, dan mudah diakses masyarakat. Termasuk layanan perlindungan sosial yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Tak hanya itu, Yamin mengungkapkan Banjarmasin kini dipercaya menjadi salah satu dari 41 kabupaten/kota di Indonesia yang dipilih dalam perluasan piloting digitalisasi bantuan sosial tahun 2026. Menurutnya, penunjukan tersebut bukan sekadar prestise, tetapi juga tantangan besar yang harus dijawab serius oleh seluruh pihak.
“Ini sebuah kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar. Karena itu dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar program ini benar-benar berjalan maksimal,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya integrasi data antarinstansi yang selama ini kerap menjadi persoalan dalam penyaluran bantuan sosial. Selain itu, penguatan infrastruktur digital dan peningkatan kapasitas SDM dinilai menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.
“Keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh teknologi. Tetapi juga kesiapan kita untuk berubah, berkolaborasi, dan bekerja secara terbuka,” katanya lagi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....