500 Tahun Banjarmasin Dipertaruhkan di Kain Sasirangan
- 18 Mei 2026 10:50 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Semarak Hari Jadi ke-500 Banjarmasin tak hanya dirayakan lewat pesta dan seremoni. Pemerintah Kota melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin memilih mengangkat identitas budaya Banjar lewat ajang bergengsi Lomba Desain Motif Sasirangan (LDMS) 2026.
Mengusung tema “Melestarikan Budaya Maharagu Warisan Sasirangan di 500 Tahun Banjarmasin Maju Sejahtera”. Lomba digelar di Aula Rumah Kemasan Disperdagin, menjadi panggung adu kreativitas para pengrajin sasirangan terbaik di Kota Seribu Sungai.
Kegiatan itu dibuka langsung oleh Wali Kota H. M. Yamin HR didampingi Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Neli Listriani. Hadir pula Plt Kepala Disperdagin Noorsyahdi, dewan juri, hingga sejumlah pegiat budaya Banjar.
Puluhan peserta menampilkan desain motif sasirangan hasil karya masing-masing yang telah dipersiapkan sejak sebulan terakhir. Tak sekadar indah dipandang, setiap motif dituntut memiliki filosofi kuat yang menggambarkan perjalanan panjang 500 tahun Kota Banjarmasin.
Ketua Dekranasda Kota Banjarmasin, Neli Listriani, mengatakan tahun ini lomba terasa berbeda karena untuk pertama kalinya menghadirkan kategori best of the best. “Ini dalam rangka 500 tahun Kota Banjarmasin, kami mengadakan lomba desain motif sasirangan dengan dua kategori. Yaitu reguler dan best of the best,” katanya.
Menurutnya, kategori tersebut sengaja dibuka untuk mempertemukan para juara utama dari tahun-tahun sebelumnya dalam satu arena persaingan. Ia menilai usia 500 tahun Banjarmasin menjadi momentum penting untuk menghadirkan karya sasirangan yang lebih berkelas tanpa meninggalkan akar budaya Banjar.
“500 tahun bukan perjalanan yang singkat tentunya. Di usia 500 tahun Banjarmasin, kami ingin memiliki motif yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, namun tetap tidak meninggalkan budaya asal munculnya sasirangan,” ujarnya.
Tak hanya memberi ruang bagi para jawara lama, kategori reguler juga dibuka untuk memunculkan talenta-talenta baru di dunia sasirangan. “Untuk reguler, pengrajin-pengrajin baru bisa ikut berpartisipasi. Jadi kami berharap akan muncul karya-karya baru melalui lomba ini,” ucapnya.
Persaingan dalam lomba ini pun tidak semata soal keindahan visual, karena para peserta diuji habis-habisan oleh dewan juri yang terdiri dari budayawan, ahli sejarah, hingga desainer profesional. Ia menegaskan, kreativitas peserta memang diperbolehkan berkembang, namun tetap harus berpijak pada 13 motif dasar sasirangan khas Banjar.
“Boleh dikreasikan, tetapi tetap harus bisa menjelaskan maknanya. Sasirangan memiliki 13 motif dasar seperti gagatas, gigi haruan, dan lainnya. Itu bisa dikolaborasikan dan dikaitkan dengan tema 500 tahun Kota Banjarmasin,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....