Atlet Esports Disabilitas UIN Antasari Raih Tiga Prestasi

  • 16 Mei 2026 20:33 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Atlet esports penyandang disabilitas fisik, Muhammad Nailul Authar, berhasil meraih tiga medali perunggu pada ajang Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) cabang esports tahun 2025. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk berprestasi dan berkarya.

Kisah inspiratif Nailul diangkat dalam program “Ruang Disabilitas dan Inklusi” dengan tema “Limitasi Fisik, Mental Juara” yang disiarkan di RRI Pro 1 Banjarmasin, Sabtu, 16 Mei 2026.

Muhammad Nailul Authar saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester empat Jurusan Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam di UIN Antasari Banjarmasin. Pemuda kelahiran Tanjung, Kabupaten Tabalong, itu telah menetap di Banjarmasin selama kurang lebih dua tahun untuk menempuh pendidikan.

Dalam dialog tersebut, Nailul membagikan pengalamannya menekuni dunia esports hingga mampu menorehkan prestasi di tingkat provinsi. Ia juga menyampaikan pentingnya semangat, dukungan lingkungan, serta kepercayaan diri dalam menghadapi berbagai keterbatasan.

“Esports ternyata bukan hanya hiburan semata. "Esports menjadi jalan untuk menemukan potensi diri saya,” ujar Nailul.

Nailul mengaku awalnya aktif di olahraga lari sebelum beralih ke esports akibat kecelakaan. Musibah tersebut menyebabkan kakinya retak dan mengganggu aktivitas fisik sehari-hari.

Sejak 2017, Nailul aktif sebagai atlet disabilitas dan pernah mengikuti Peparprov. Pada 2025, ia berhasil meraih juara tiga pada kategori tunggal, ganda, dan beregu esports.

“Mental juara bukan soal selalu menang, " katanya. " Mental juara adalah tetap bangkit walaupun pernah gagal.

Nailul mengaku sempat minder saat berkumpul bersama teman-temannya dahulu. Namun, dukungan lingkungan kampus membuatnya semakin percaya diri dan berkembang.

Ia menilai lingkungan di UIN Antasari sangat mendukung mahasiswa penyandang disabilitas. Kampus tersebut memiliki jalur khusus, toilet difabel, dan layanan pendampingan akademik.

“Pesan saya untuk teman-teman difabel, tetap semangat dan jangan putus asa. Setiap kekurangan pasti memiliki kelebihan masing-masing,” ujar Nailul.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....