Al-Qur'an Tegaskan Nabi Isa Hamba Allah, Bukan Tuhan

  • 16 Mei 2026 12:42 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pandangan mengenai keberadaan dan hakikat Isa Al-Masih atau Nabi Isa AS kerap menjadi pembahasan dalam dialog lintas keimanan. Menyikapi hal tersebut, Ustadz Dr. H. M. Abduh Amrie, MA., menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, Nabi Isa AS diposisikan secara mulia sebagai nabi dan rasul, sekaligus hamba Allah SWT, bukan sebagai anak Tuhan maupun Tuhan itu sendiri.

Penjelasan tersebut disampaikan dalam siaran “Religi Pagi Kuliah Subuh” di Pro 1 RRI Banjarmasin bekerja sama dengan UIN Antasari Banjarmasin, Jumat, 15 Mei 2026.

Momentum penyampaian materi ini bertepatan sehari setelah umat Kristiani memperingati Hari Kenaikan Isa Al-Masih pada Kamis, 14 Mei 2026. Dalam dialog tersebut, Ustadz Abduh Amrie menjelaskan bahwa Al-Qur'an yang diturunkan sekitar 600 tahun setelah masa Nabi Isa AS berfungsi sebagai penyempurna sekaligus pelurus ajaran umat terdahulu.

Ia juga menyebutkan, nama Nabi Isa AS tercantum sebanyak 25 kali di dalam Al-Qur'an sebagai bentuk penghormatan dan penegasan atas kedudukan beliau sebagai salah satu nabi besar dalam Islam. Al-Qur'an menggambarkan secara detail detik-detik kelahiran Nabi Isa AS dari ibundanya, Siti Maryam, tanpa intervensi seorang ayah. Namun, kelahiran yang ajaib ini tidak membuat kedudukannya bergeser menjadi Tuhan.

"Allah menegaskan dalam Surah Ali 'Imran ayat 59 bahwa penciptaan Isa di sisi Allah adalah seperti penciptaan Adam yang diciptakan dari tanah, cukup dengan kalimat Kun Fayanun (Jadilah, maka jadilah ia)," ujar Ustadz Abduh.

Lebih lanjut, dosen UIN Antasari ini memaparkan bahwa segala mukjizat luar biasa yang dimiliki Nabi Isa AS, seperti berbicara saat masih bayi, menyembuhkan orang buta dan kusta, hingga menghidupkan orang mati, seluruhnya terjadi semata-mata karena izin Allah SWT (bi idznillah), bukan karena kekuatan ilahiyah mandiri.

Ustadz Abduh juga menyoroti penegasan akidah Islam yang tertuang dalam Surah An-Nisa' ayat 171 dan Al-Ma'idah ayat 72, yang melarang keras konsep trinitas dan menyatakan ingkar bagi mereka yang menganggap Isa Al-Masih sebagai Tuhan.

"Nabi Isa sendiri saat masih di dalam buaian secara tegas menyatakan: 'Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi'," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....