Tak Kenal Libur, Kementan Turun Gunung Tingkatkan Produksi Pangan di Kalsel

  • 15 Mei 2026 12:36 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjar — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya peningkatan Indeks Pertanaman (IP) guna menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim. Termasuk ancaman El Nino yang berdampak pada sektor pertanian.

Melalui semangat kolaborasi lintas sektor, Kementan mendorong berbagai program strategis seperti Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan Optimalisasi Lahan (Oplah). Hal ini sebagai langkah konkret memperkuat produksi pangan nasional sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa keberhasilan program prioritas Kementan memerlukan dukungan seluruh pihak. Mulai dari pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, hingga petani muda di lapangan.

“Pertanian hari ini membutuhkan kolaborasi yang kuat. Brigade pangan harus menjadi motor penggerak di daerah untuk meningkatkan produksi sekaligus menjaga semangat petani dalam membangun pertanian Indonesia,” ujar Amran.

Program CSR dan Oplah kini menjadi fokus utama Kementan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa peningkatan Indeks Pertanaman menjadi indikator penting keberhasilan program tersebut.

“Program Cetak Sawah Rakyat ditargetkan mencapai IP 200, sedangkan Optimalisasi Lahan diarahkan hingga IP 300. Peningkatan IP nasional menjadi indikator keberhasilan Kementan dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan,” kata Idha.

Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi intensif antara penyuluh, petani. Serta seluruh pihak terkait di lokasi CSR untuk memastikan target produksi tetap tercapai.

“Hal ini penting untuk memastikan cadangan pangan nasional tetap dalam kondisi aman. Dukungan ketersediaan pupuk produksi dalam negeri yang melimpah menjadi modal kuat bagi petani untuk meningkatkan intensitas tanam,” ujarnya.

Sebagai bentuk implementasi di lapangan, BPPSDMP Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang melaksanakan Gerakan Tanam di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR). Berlangsung di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis 14 Mei 2025.

Kegiatan berlangsung penuh semangat gotong royong dan melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat, penyuluh, petani. Serta Brigade Pangan sebagai bentuk sinergi mempercepat peningkatan produksi pangan di daerah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kalimantan Selatan Freddy, Kepala BBPP Binuang Andi Amal Hayat Makmur, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan Syamsir Rahman, perwakilan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pertanian di Kalimantan Selatan. Ketua KTNA Kalsel Muharram, Kapolsek Sungai Tabuk, unsur TNI melalui Babinsa Kecamatan Sungai Tabuk, Camat Sungai Tabuk, hingga pemerintah desa setempat.

Kepala BBPP Binuang, Andi Amal Hayat Makmur, menyampaikan bahwa target luasan program CSR dan Oplah di Kalimantan Selatan pada 2026 mencapai 2.686 hektare. “Perlu adanya sinergi dan kolaborasi antar sektor untuk menyukseskan program prioritas Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kalimantan Selatan, Freddy, mengapresiasi peningkatan luas tanam di wilayah tersebut yang mengalami kenaikan stabil sekitar 3 persen. Menurutnya, gerakan tanam bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan aksi nyata harian guna memastikan keberlanjutan produksi pangan di tingkat daerah.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalimantan Selatan, Syamsir Rahman, menambahkan bahwa keterlibatan lintas sektor, mulai dari TNI-Polri, penyuluh, Brigade Pangan. Hingga petani menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan.

Selain kegiatan tanam, forum tersebut juga menjadi ruang penyampaian aspirasi pelaku pertanian di lapangan. Ketua KTNA Kalimantan Selatan, Muharram, mengusulkan penyediaan pangkalan bahan bakar khusus guna mendukung operasional alat dan mesin pertanian (alsintan) di lokasi CSR. Sementara itu, Manajer Brigade Pangan Serumpun Jaya, Sapwan, berharap adanya penguatan infrastruktur jalan usaha tani agar mobilisasi sarana produksi di area persawahan baru semakin lancar.

Melalui program CSR dan Oplah, Kementerian Pertanian berkomitmen memastikan swasembada pangan Indonesia tidak hanya tercapai. Tetapi juga berkelanjutan dan tangguh menghadapi dinamika iklim global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....