Menjelang Idul Adha, Ratusan Juru Sembelih Kalsel Dibekali Ilmu Manajemen Qurban

  • 14 Mei 2026 13:07 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Sebanyak 200 juru sembelih dari tujuh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan mengikuti kegiatan Manajemen Qurban di Aula Serbaguna Sabilal Muhtadin, Kamis, 14 Mei 2026. Agenda ini digelar oleh Angkatan Muda Sabilal Muhtadin (AMSM) yang berkolaborasi dengan Perkumpulan Juru Sembelih Halal (Juleha) Kalsel.

Ketua Badan Pengelola Masjid Raya (BPMR) Sabilal Muhtadin, Muhammad Tambrin, menyebut para peserta didominasi oleh masyarakat umum dan pengurus masjid. Kehadiran mereka bertujuan untuk ingin memperdalam teknik penyembelihan.

"Kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan dan petunjuk teknis tentang kesehatan dalam Qurban. Tentunya ini agar sesuai dengan syariat," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program tahunan ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Kalsel guna memberikan edukasi gratis bagi petugas kurban. Melalui bekal materi yang standar, diharapkan masyarakat dapat melakukan penyembelihan secara Islam maupun standar kesehatan.

"Kami memohon kepada tokoh agama dan pimpinan masjid agar nantinya dapat memberdayakan para peserta ini. Karena mereka Insya Allah sudah memiliki kemampuan," katanya.

Di sisi lain, Ketua PSJH Kalsel, Rahmatullah, merincikan para peserta mendapatkan paket materi lengkap mulai dari persiapan alat hingga penanganan hewan. Selain teori, para peserta juga diajak melihat langsung teknik praktis di lapangan.

"Tadi pagi sudah diawali dengan praktik asah bilah atau menajamkan pisau. Nanti dilanjutkan dengan materi Fiqih sembelih hingga kesejahteraan hewan," ujarnya menjelaskan.

Edukasi ini dinilai penting mengingat masih banyak petugas di masjid atau musala yang baru belajar dan memerlukan bimbingan teknis. Rahmatullah menekankan perlakuan yang baik terhadap hewan kurban akan sangat memengaruhi kualitas daging yang dihasilkan.

"Harapan kami, semua dapat sesuai prosedur. Maka nanri daging qurban yang dibagikan ke masyarakat menjadi ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal," katanya menegaskan.

Para peserta yang terlibat dalam kegiatan ini nantinya akan mendapatkan sertifikat pelatihan sebagai bukti kompetensi. Sertifikat tersebut diharapkan menjadi jaminan bagi pengurus masjid bahwa juru sembelih yang bersangkutan telah memahami standar syariat dan kesehatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....