ULM Lantik 39 Apoteker Baru, Raih Kelulusan 100 Persen

  • 13 Mei 2026 16:37 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menorehkan prestasi melalui pelantikan 39 apoteker baru dalam Pengambilan Sumpah Apoteker ke-18 yang digelar pada Selasa, 12 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal pengabdian para lulusan dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.

Prestasi membanggakan juga diraih Program Profesi Apoteker ULM dengan capaian nilai ujian kompetensi nasional tertinggi se-Kalimantan Selatan. Tingkat kelulusan murni mencapai 100 persen, menegaskan kualitas pendidikan yang terus dijaga oleh sivitas akademika.

Koordinator Program Studi, Anna Khumaira Sari, menyebut capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar ULM. Ia menegaskan bahwa hasil ini mencerminkan proses pendidikan dan persiapan mahasiswa yang berjalan optimal.

“Kelulusan seratus persen menunjukkan proses pendidikan dan persiapan mahasiswa telah berjalan dengan sangat baik. Capaian ini juga menjadi kebanggaan ULM,” ujar Anna.

Pada kesempatan tersebut, Ahmad Nurhadi dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,94. Capaian ini mencerminkan dedikasi tinggi dalam menguasai ilmu kefarmasian selama masa pendidikan.

Wakil Rektor II ULM, Arief RM Akbar, menegaskan keberhasilan ini menjadi bukti komitmen kampus dalam mencetak apoteker yang unggul dan berdaya saing nasional. Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan terus dilakukan agar lulusan mampu memberi kontribusi terbaik bagi masyarakat.

“Kami terus meningkatkan kualitas pendidikan agar lulusan mampu memberi kontribusi terbaik bagi masyarakat. Upaya ini dilakukan untuk memberi kontribusi terbaik bagi masyarakat,” katanya.

ULM juga berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pendidikan profesi sejalan dengan semangat kampus berdampak. Kehadiran 39 apoteker baru ini diharapkan dapat memperkuat layanan kesehatan di Kalimantan Selatan maupun wilayah lainnya.

Para lulusan nantinya akan bertugas di rumah sakit, puskesmas, hingga industri farmasi di berbagai daerah. Mereka juga diharapkan menjadi ujung tombak dalam edukasi penggunaan obat rasional serta penguatan kesehatan masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....