Pemilihan Duta Pendidikan Matematika 2026 FKIP ULM Cetak Mahasiswa Inspiratif

  • 12 Mei 2026 09:28 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pemilihan Duta Pendidikan Matematika 2026 FKIP ULM sukses digelar oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP ULM melalui rangkaian kegiatan yang berlangsung pada 25 April 2026, 2 Mei 2026, dan puncaknya pada 9 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ajang pengembangan karakter, intelektual, dan kepemimpinan mahasiswa dalam bidang pendidikan matematika.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung di beberapa lokasi, yakni Aula BKD Diklat, Ruang Multimedia dan Lab Math Science, serta Aula Hasan Bondan. Seluruh rangkaian acara diikuti dengan antusias oleh para finalis yang menampilkan kemampuan public speaking, wawasan pendidikan, kreativitas, hingga kepedulian terhadap perkembangan dunia pendidikan matematika di era modern.

“Bagi saya, Duta Pendidikan Matematika 2026 bukan hanya sekadar gelar, tetapi amanah dan tanggung jawab untuk menjadi representasi mahasiswa yang inspiratif, berintegritas, dan mampu membawa dampak positif bagi dunia pendidikan,” ujar Ni Wayan Adethasya Swastika yang berhasil meraih gelar Duta Putri Pendidikan Matematika 2026 sekaligus Duta Terfavorit Pendidikan Matematika 2026 FKIP ULM, Senin 11 Mei 2026.

Matematika yang selama ini sering dianggap sulit dan menakutkan dinilai perlu dikemas melalui pendekatan yang lebih kreatif, kontekstual, dan menyenangkan agar semakin dekat dengan generasi muda. Menurut Ni Wayan Adethasya Swastika, stigma terhadap matematika dapat diubah melalui pembelajaran yang interaktif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Matematika perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari serta dikemas melalui media digital, permainan edukatif, dan pembelajaran kreatif agar siswa lebih mudah memahami dan tertarik belajar matematika,” ucapnya.

Sementara itu, gelar Duta Putra Pendidikan Matematika 2026 berhasil diraih oleh Muhammad Ihsan. Ia menilai, peran seorang duta bukan hanya menjadi simbol representasi mahasiswa. Melainkan figur yang mampu menginspirasi dan membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan.

“ Saya ingin membawa nilai AKSI yaitu Aktif, Kreatif, Solutif, dan Inovatif sebagai karakter utama dalam menjalankan peran ini. Saya percaya melalui sikap aktif dalam berkontribusi, kreatif dalam menghadirkan ide, solutif dalam menghadapi tantangan, serta inovatif dalam mengikuti perkembangan zaman, matematika dapat dipandang sebagai ilmu yang bermakna dan dekat dengan kehidupan sehari-hari,” kata Muhammad Ihsan.

Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan turut menjadi perhatian di era sekarang. Para pemenang sepakat, mahasiswa Pendidikan Matematika harus mampu beradaptasi dengan perkembangan digital, memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai pendidikan karakter bagi peserta didik.

Muhammad Ihsan juga menegaskan pentingnya peran mahasiswa Pendidikan Matematika dalam menghadapi era AI. “Mahasiswa Pendidikan Matematika harus menjadi pribadi yang terus berkembang, kreatif, dan terbuka terhadap perubahan. Misalnya dengan memanfaatkan media sosial, platform digital, ataupun teknologi berbasis AI untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif,” ujarnya.

Melalui ajang Pemilihan Duta Pendidikan Matematika 2026 ini, diharapkan lahir generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat. Kehadiran program-program inovatif seperti AURORA Math Movement dan Math in Action diharapkan dapat meningkatkan literasi matematika serta menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap matematika sebagai ilmu yang bermanfaat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....