Aksi Gangster Para Remaja Makin Brutal, Pemko Banjarmasin Siapkan Barak!l
- 06 Mei 2026 13:39 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Aksi kenakalan remaja di Kota Banjarmasin yang akhir-akhri ini marak terjadi mulai memantik langkah serius dari pemerintah kota. Opsi tak biasa pun mencuat: mengirim remaja bermasalah ke barak militer.
Gagasan ini disampaikan Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, usai membuka rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Aula Sekretariat Bersama (Sekber) Khatib Dayan, Rabu, 06 Mei 2026. Ananda menilai, langka yang dilakukan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi sangat efektif menekan angka kenakalan remaja.
“Salah satu opsi yang muncul adalah mengirim remaja ke barak. Kita melihat langkah yang dilakukan di Jawa Barat cukup efektif dalam menekan angka kenakalan remaja,” ujar Ananda.
Meski terdengar tegas, ia memastikan pendekatan persuasif tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Menurutnya, pembinaan dengan pendekatan humanis masih menjadi langkah awal sebelum opsi yang lebih keras diterapkan.
“Kita tidak langsung ke arah itu dan pendekatan persuasif tetap kita dahulukan. Tapi kalau situasinya mendesak, tentu kita siapkan langkah lain,” ujarnya, tegas.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Banjarmasin, Ahmad Muzaiyin, menjelaskan lebih rinci konsep “barak” yang dimaksud. Ia menegaskan, program tersebut bukan sekadar hukuman, melainkan bentuk pembinaan karakter.
“Barak yang dimaksud adalah mengirim remaja yang terjaring misalnya ke Rindam untuk mengikuti pendidikan militer. Bukan sekadar hukuman, melainkan bentuk pembinaan karakter,” ujar Muzaiyin, menjelaskan.
Ia menambahkan, program ini diharapkan tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan mental yang lebih kuat bagi para remaja. “Harapannya mereka tidak hanya kapok, tapi juga berubah. Ada nilai kedisiplinan dan tanggung jawab yang bisa mereka bawa setelahnya,” ucapnya.
Sebelumnya, aparat kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti aksi remaja bersenjata tajam yang meresahkan masyarakat dan viral di media sosial pada Minggu 3 Mei malam, di kawasan Jembatan Pengambangan, Banua Anyar, hingga Jalan Pangeran Hidayatullah. Sebanyak delapan remaja berhasil diamankan, mayoritas masih berstatus di bawah umur.
Plh Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Timbul RK Siregar, mengungkapkan, pengungkapan kasus ini berawal dari penelusuran aktivitas para pelaku di media sosial. Dari hasil penyelidikan, para remaja tersebut diketahui menggunakan platform digital untuk mencari kelompok lain yang diajak tawuran.
“Pengungkapan kasus ini berawal dari penelusuran aktivitas para pelaku di media sosial. Modus mereka mencari kelompok yang mau diajak tawuran melalui media sosial,” ujarnya saat press rilis di Mapolresta Banjarmasin.
Timbul menerangkan, penangkapan dilakukan oleh jajaran Polresta Banjarmasin bersama Polsek Banjarmasin Timur dan tim Macan Kalsel di sejumlah lokasi. Beberapa pelaku diamankan langsumg di rumah masing-masing
“Dari delapan remaja yang diamankan, tujuh di antaranya masih berusia antara 15 hingga 17 tahun. Kami juga menyita sejumlah barang bukti berupa empat senjata tajam, termasuk satu bilah mandau,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....