Zulkaidah, Bulan Mulia Penuh Makna dan Keutamaan

  • 05 Mei 2026 18:11 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kalender Hijriyah terdiri dari dua belas bulan yang masing-masing memiliki makna dan keutamaan bagi umat Islam. Salah satu bulan yang memiliki kedudukan istimewa adalah Zulkaidah, yang termasuk dalam bulan haram atau bulan yang dimuliakan.

Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz H. Asfiani Norhasani, Lc., M.H.I, Senin, 4 Mei 2026 di RRI Pro4 Banjarmasin. Ia menjelaskan bahwa Zulkaidah merupakan bulan yang sarat nilai spiritual sekaligus menjadi masa persiapan fisik dan mental bagi calon jemaah haji.

“Pada bulan ini, umat Islam seharusnya termotivasi untuk meningkatkan kualitas ibadah pasca-Ramadan dan Syawal. Ini menjadi jembatan menuju bulan Zulhijah yang penuh dengan ibadah seperti haji dan Iduladha,” ujar Ustaz Asfiani.

Ia menjelaskan, nama Zulkaidah berasal dari kata qa’ada yang berarti beristirahat, merujuk pada tradisi masyarakat Arab di masa lampau yang tidak berperang pada bulan tersebut. Zulkaidah termasuk dalam kelompok asyhurul hurum bersama Zulhijah, Muharam, dan Rajab, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 36.

Menurutnya, pada bulan ini umat Islam dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam bersikap serta memperbanyak amal kebaikan. Pasalnya, dosa dan pahala dapat dilipatgandakan pada bulan-bulan haram.

Ustaz Asfiani juga menjelaskan beberapa keutamaan bulan Zulkaidah. Pertama, sebagai bulan haram yang dimuliakan Allah Swt. Kedua, termasuk dalam bulan-bulan haji sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 197.

Ketiga, bulan Zulkaidah merupakan waktu Rasulullah Saw melaksanakan beberapa umrah semasa hidupnya, seperti umrah Hudaibiyah, umrah qadha, umrah Ji’ranah, dan umrah saat haji wada’. Keempat, bulan ini juga dikaitkan dengan janji Allah kepada Nabi Musa as sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-A’raf ayat 142.

“Zulkaidah adalah kesempatan baik bagi kita untuk memperbanyak istighfar, memperbaiki salat, membaca Al-Qur’an, dan meningkatkan amal ibadah lainnya. Meski belum khusyuk, insyaallah Allah akan membukakan jalan untuk menjadi lebih baik,” ujar Ustaz Asfiani.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....