Forkot dan Kesbangpol Ajak Warga Banjarmasin Ubah Kritik Jadi Aksi Nyata
- 04 Mei 2026 13:11 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Program Ngobras RRI Pro1 mengangkat tema “Ayo Bersama: Dari Kritik Menjadi Aksi” pada Minggu, 3 Mei 2026. Dialog ini menekankan pentingnya mengubah kritik menjadi aksi nyata bersama masyarakat.
Siaran ini menghadirkan Ketua Forum Kota (Forkot) Banjarmasin, Sy. Nisfuady, S.H., serta Analis Kebijakan Kesbangpol, Yani Prasetia Hati, M.Pd. Narasumber membahas peran kritik, aksi sosial, serta kolaborasi dalam membangun Kota Banjarmasin.
Kritik dinilai penting sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kota dan masyarakat. Namun, perubahan nyata hanya dapat terwujud apabila kritik diikuti dengan tindakan konkret.
“Kritik di media sosial saat ini banyak yang bersifat nyinyir, namun seharusnya diarahkan menjadi kritik yang konstruktif. Dalam bahasa Banjar dikenal istilah ‘merungkut tapi membangun’, artinya kritik harus disertai solusi dan data,” ujar Nisfuady.
Ia menambahkan, jika pemerintah tidak merespons, Forkot akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan dokumentasi berupa foto, video, atau vlog. Menurutnya, jika terjadi kecelakaan akibat jalan berlubang, pemerintah wajib bertanggung jawab sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lalu lintas dan jalan.
Forkot Banjarmasin kembali aktif saat isu pemindahan ibu kota daerah mencuat. Forum ini menjadi wadah masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan mencari solusi bersama.
“Forkot ini seperti tongkang besar, semua bisa bergabung tanpa memandang latar belakang. Kami independen dan fokus pada kepentingan masyarakat,” kata Nisfuady.
Forkot aktif menyuarakan berbagai isu sosial kemasyarakatan, seperti persoalan sampah dan kondisi lingkungan kota. Mereka juga mendorong masyarakat melaporkan persoalan disertai data dan bukti serta mengawal kebijakan publik.
Sementara itu, Kesbangpol Banjarmasin mencatat sebanyak 228 organisasi kemasyarakatan telah terdaftar, termasuk Forkot Kota Banjarmasin. Pemerintah memfokuskan pembinaan pada organisasi yang aktif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kami melihat ada ormas yang pasif, namun ada juga yang sangat aktif dan bekerja nyata. Ke depan, kami ingin bersama Forkot membina ormas agar berkontribusi tanpa pamrih dalam pembangunan,” kata Yani.
Ia menambahkan, literasi informasi masyarakat perlu terus diperkuat di tengah derasnya arus informasi digital. Upaya ini dinilai penting untuk mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan.
“Kami juga mendorong masyarakat meningkatkan literasi informasi dan mampu menangkal hoaks. Tidak semua informasi viral itu benar sehingga perlu dicek kebenarannya,” ucap Yani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....