Kadis PUPRPerkim Beri Klarifikasi Soal Jalan Amblas Awayan Pematang
- 03 Mei 2026 14:26 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Balangan – Harapan masyarakat akan infrastruktur jalan yang lebih baik justru berubah menjadi kekecewaan. Sebuah proyek pembangunan jalan yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Balangan kini menuai sorotan setelah bagian jalan yang baru saja diaspal dilaporkan mengalami longsor.
Foto-foto yang beredar memperlihatkan kondisi jalan yang masih terlihat mulus di permukaan, namun bagian samping badan jalan sudah ambles hingga menyebabkan kerusakan cukup parah. Ironisnya, proyek ini diketahui baru selesai dikerjakan, sehingga memunculkan tanda tanya besar terkait kualitas konstruksi.
Proyek tersebut merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur yang didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Balangan tahun 2026. Tujuannya jelas meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas ekonomi warga namun, kondisi di lapangan justru menimbulkan dugaan bahwa pekerjaan tidak dilakukan secara maksimal.
“Baru saja selesai, tapi sudah rusak seperti ini. Wajar kalau masyarakat curiga,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Dugaan pengerjaan yang terkesan asal-asalan pun mulai dipertanyakan. Beberapa pihak menilai kemungkinan adanya kelalaian dalam perencanaan maupun pelaksanaan, termasuk minimnya pengawasan terhadap kualitas pekerjaan.
Menanggapi hal tersebut Dinas PUPRPerkim Balangan langsung memberikan hak jawab atau klarifikasi masalah tersebut. Hal itu untuk meredam riuh suara dari para nitizen dimedia sosial.
Kepala Dinas PUPRPerkim Balangan Rahmadiah, memberikan keterangan resmi pada Minggu 3 Mei 2026. Ia tidak hanya memberikan klarifikasi teknis, tetapi juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada warga yang proaktif melaporkan kondisi infrastruktur di wilayahnya.
Menjawab pertanyaan publik mengenai penyebab kerusakan, Rahmadiah memaparkan bahwa ruas jalan tersebut sebenarnya telah tersentuh perbaikan pada tahun 2021. Namun, tantangan alam di lapangan menjadi faktor penentu.
"Kondisi tanah di area tersebut memang cukup labil karena berada di kawasan persawahan. Tekanan alam ini membuat aspal yang sudah diperbaiki pada 2021 kembali mengalami penurunan atau ambles," ujarnya secara transparan.
Selain soal aspal, Rahmadiah juga meluruskan persepsi masyarakat mengenai pasangan batu yang rusak di ruas Awayan-Pematang. Ia menegaskan bahwa pekerjaan tersebut adalah aset lama.
“Kami perlu mengklarifikasi agar tidak terjadi simpang siur informasi. Pasangan batu dan aspal yang rusak itu adalah pekerjaan tahun anggaran 2021, bukan proyek tahun 2025 yang baru saja berjalan,” katanya.
Yang menarik, PUPRPerkim Balangan tidak memilih jalur birokrasi yang berbelit untuk menangani masalah ini. Sebagai bentuk respon cepat (quick response), perbaikan akan segera dilaksanakan menggunakan anggaran swakelola.
Langkah ini diambil agar tim teknis bisa langsung terjun ke lapangan melakukan peninjauan sekaligus perbaikan tanpa harus menunggu proses administrasi lelang yang memakan waktu. "Kami berkomitmen untuk segera memperbaiki kerusakan tersebut. Partisipasi aktif masyarakat adalah masukan kami dalam membangun Balangan yang lebih baik," kata Rahmadiah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....