Alarm Keras jelang SPMB 2026! Pungli Siap Disikat, Sekolah Nakal Bakal Ditindak

  • 03 Mei 2026 09:08 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Menjelang pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin mempertegas komitmennya memberantas praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolah. Penyimpangan dalam proses penerimaan peserta didik baru selama ini kerap menjadi sorotan masyarakat.

Kepala Disdik Kota Banjarmasin, Ryan Utama, menegaskan seluruh proses penerimaan siswa wajib berjalan sesuai aturan dan tidak boleh ada pungutan di luar ketentuan resmi. Ia mengingatkan seluruh satuan pendidikan, mulai dari kepala sekolah hingga panitia pelaksana, agar tidak bermain-main dalam proses penerimaan murid baru.

Menurut Ryan, terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus, salah satunya memastikan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai petunjuk teknis (juknis) yang telah ditetapkan. “Yang paling penting adalah jangan sampai ada pungli. Semua harus sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku,” ujarnya.

Disdik juga membuka ruang pengawasan seluas-luasnya bagi masyarakat. Warga diminta aktif melapor apabila menemukan indikasi pungutan liar atau praktik curang lainnya selama tahapan penerimaan berlangsung.

“Kita sudah siapkan posko pengaduan penerimaan murid baru. Kalau ditemukan pelanggaran, pasti akan kami tindaklanjuti secara tegas sesuai juknis yang berlaku,” katanya.

Ryan menambahkan, pihaknya juga telah melakukan penandatanganan komitmen yang melibatkan unsur Forkopimda agar pengawasan tidak hanya dilakukan internal Disdik, tetapi juga lintas sektor. Menurutnya, kehadiran aparat penegak hukum diharapkan memberi efek jera sekaligus memperkuat langkah pencegahan apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.

Melalui komitmen bersama ini, Pemerintah Kota Banjarmasin ingin memastikan pelaksanaan SPMB berlangsung transparan, jujur, dan adil bagi seluruh calon peserta didik. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya antikorupsi di sektor pendidikan serta memulihkan kepercayaan publik terhadap layanan pendidikan di Kota Seribu Sungai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....