BBM Naik, Hewan Kurban Ikut “Lesu”, Permintaan di Banjarmasin Diprediksi Anjlok!

  • 03 Mei 2026 09:01 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, geliat pasar hewan kurban di Kota Banjarmasin kurban terpantau menurun. Diduga kuat imbas dari kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang belakangan resmi diberlakukan.

Distribusi hewan kurban yang mayoritas didatangkan dari luar daerah kini menghadapi tantangan biaya logistik yang melonjak, terutama melalui jalur laut. Baik dari Madura, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kemungkinan nanti saat pengiriman itu durasinya bertambah lama karena kapal diisi sampai penuh dulu baru dikirim. Mengingat harga BBM naik tadi, supaya lebih efisien,” ujar Yuliansyah Effendi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Banjarmasin.

Ia mengakui, efek domino dari kenaikan BBM sangat mungkin berdampak langsung pada harga jual hewan kurban di pasaran. Jika harga naik, maka daya beli masyarakat pun berpotensi ikut melemah.

“Kondisi ini bisa saja membuat harga hewan naik. Pada akhirnya daya beli masyarakat menurun,” ucapnya.

Meski demikian, Yuliansyah belum ingin menarik kesimpulan final terkait tren penurunan ini. Ia menilai, dinamika permintaan biasanya akan lebih terlihat mendekati hari pelaksanaan kurban.

“Dari hasil pantauan, memang saat ini mengalami penurunan permintaan. Tapi ini masih belum bisa dipastikan lagi, mungkin saja H-2 langsung banyak permintaan misalnya,” ujarnya.

Sebagai gambaran, pada tahun 2025 lalu, Rumah Potong Hewan (RPH) Basirih mencatat angka distribusi sapi kurban mencapai 3.749 ekor, sementara kambing sebanyak 466 ekor. Angka tersebut bahkan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun 2025 itu permintaan sapi lebih meningkat dibandingkan 2024. Sedangkan tahun ini kemungkinan arahnya menurun, terlihat dari fenomena di tengah masyarakat saat ini serba naik dan permintaan masih sedikit,” katanya.

Menariknya, kondisi berbeda justru terlihat pada permintaan daging sapi potong yang masih stabil dan belum terdampak kenaikan BBM. Lebih jauh, Yuliansyah menegaskan bahwa Banjarmasin selama ini bukan hanya menjadi pasar konsumsi, tetapi juga jalur distribusi hewan kurban ke berbagai daerah di sekitarnya.

“Banjarmasin ini jalur hewan kurban. Dimana nantinya keperluan ini akan didistribusikan lagi ke daerah lain seperti Barito Kuala, Kabupaten Banjar bahkan sampai di Kalimantan Tengah,” ucapnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....