Makna Filosofis Kurban, Lebih dari Sekadar Ibadah
- 02 Mei 2026 21:38 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Ibadah kurban tidak semata-mata dilakukan untuk mengejar pahala dan memperoleh surga. Lebih dari itu, kurban memiliki makna sosial yang penting untuk membangun kehidupan yang sehat dan maslahat dalam masyarakat.
Dengan pemahaman tersebut, kurban tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga memiliki dimensi kemanusiaan. Nilai-nilai ini mampu memperkuat kebersamaan dan solidaritas sosial antarumat.
Hal ini disampaikan Akademisi UIN Antasari Banjarmasin, Suriagiri, dalam acara Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 1 Mei 2026. Ia menjelaskan terdapat sejumlah makna filosofis dalam ibadah kurban pada Iduladha.
Menurutnya, makna pertama adalah kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt melalui penyembelihan hewan ternak. Secara metaforis, hal ini juga dimaknai sebagai upaya “menyembelih” sifat-sifat buruk dalam diri manusia.
“Penyembelihan hewan ternak dapat dimaknai sebagai penyembelihan nafsu kebinatangan, seperti angkara murka, takabur, dan hasad,” ujarnya. “Ini merupakan bagian dari proses tazkiyah atau penyucian diri agar menjadi hamba yang hanif.”
Makna kedua adalah pentingnya ketaatan total kepada perintah Allah Swt. Sikap ini akan melahirkan ketenangan hati, keikhlasan, serta sikap tawakal dan qanaah dalam kehidupan.
Ia mencontohkan kisah para nabi sebagai teladan ketaatan. “Nabi Ibrahim tidak mengetahui bahwa Ismail akan digantikan dengan domba, namun tetap taat,” ujarnya. “Demikian pula Nabi Musa dan Nabi Nuh yang menunjukkan ketaatan tanpa mengetahui hasil akhirnya.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....