Peringatan Terakhir, Tongkang Resto Apung Bakal Disegel jika Bandel!
- 01 Mei 2026 10:36 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin akhirnya kehilangan kesabaran. Setelah berlarut-larut tanpa kepastian, sikap tegas kini diambil terkait pemindahan tongkang resto apung yang masih bertahan di depan Balai Kota.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Banjarmasin, Dolly Syahbana, memastikan bahwa surat peringatan terakhir telah kembali dilayangkan kepada pihak pengelola. Ia menegaskan, batas waktu yang diberikan bukan lagi sekadar imbauan, melainkan ultimatum.
“Ini kesempatan terakhir. Kami sudah melayangkan surat terakhir agar tongkang segera dipindahkan paling lambat 6 Mei 2026,” kata Dolly, Jumat, 1 Mei 2026.
| Baca juga: BMKG: Kalsel Hari ini Cerah Berawan |
Menurutnya, Pemko tidak tinggal diam dan dukungan penuh disiapkan agar proses pemindahan berjalan lancar. Mulai dari pengamanan jalur sungai hingga akses darat, semuanya telah disiapkan demi menghindari hambatan teknis.
“Kami siap membantu pengamanan, baik di jalur sungai maupun darat. Sehingga proses pemindahan berjalan tanpa kendala,” ujarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengelola berencana memindahkan tongkang tersebut ke kawasan depan Museum Kayuh Baimbai. Dari sebelumnya, tongkang resto apung akan di temparkan di depan Taman Karindangan.
Sikap keras pun telah disiapkan jika tenggat waktu kembali diabaikan. Plt Kepala Satpol PP Banjarmasin, Hendra, menegaskan pihaknya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas.
“Kalau sampai batas waktu tidak dipindahkan, kami akan lakukan penyegelan. Tidak boleh ada lagi aktivitas di dalam tongkang itu,” ucapnya, tegas.
Sebelumnya, Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR menginginkan penataan Kawasan Sungai Martapura siring Balai Kota, termasuk memindah tongkang resto apung peninggalan era Wali Kota, Ibnu Sina yang dianggap mengganggu estetika. Kepala BWS Kalimantan III, Dedi Supriyadi sendiri membuka fakta bahwa keberadaan tongkang di kawasan tersebut belum mengantongi izin.
Tongkang restoran terapung sendiri dikelola oleh gabungan koperasi, sebagai salah satu spot kuliner unik di tepian sungai. Ketua Koperasi Restoran Apung, M. Heriyanto, mengakui pihaknya telah menyetujui rencana pemindahan dan berjanji akan melakukannya pasca lebaran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....