Peringatan May Day, Buruh di Kalsel Minta Outsourcing Dihapuskan

  • 29 Apr 2026 12:49 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di halaman Mapolresta Banjarmasin, Rabu 29 April 2026 dimanfaatkan para pekerja untuk menyuarakan berbagai aspirasi. Terutama terkait sistem outsourcing dan penyesuaian upah.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kalimantan Selatan, Sadin Sasau, menegaskan bahwa sistem outsourcing masih menjadi persoalan utama yang dinilai merugikan buruh. “Kami meminta agar sistem outsourcing dapat dihapuskan, karena berdampak pada ketidakpastian kerja, upah yang rendah, minimnya jaminan sosial, serta buruh rentan mengalami PHK tanpa pesangon,” ujarnya kepada wartawan.

Selain itu, buruh juga mendesak pemerintah pusat untuk segera melakukan penyesuaian upah. Tuntutan ini muncul seiring meningkatnya harga bahan pokok dalam beberapa waktu terakhir yang semakin menekan daya beli pekerja.

Sadin menyebut, pemerintah daerah di Kalimantan Selatan sejauh ini dinilai cukup responsif terhadap aspirasi buruh. Namun, keputusan strategis tetap berada di tangan pemerintah pusat. “Kalau pemerintah daerah di sini sangat mendukung apa aspirasi kami tersebut,” ujarnya.

Kegiatan May Day yang digelar oleh Polda Kalimantan Selatan bersama Polresta Banjarmasin ini berlangsung dalam suasana tertib. Dengan diisi bakti sosial hingga donor darah.

Sementara itu, buruh juga berencana kembali menggelar aksi lanjutan pada 3 Mei mendatang di kawasan Kilometer 0 Banjarmasin sebagai bentuk konsistensi perjuangan mereka dalam memperjuangkan hak-hak pekerja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....