Kalimantan Selatan Bersiap Hadapi Karhutla 2026
- 28 Apr 2026 21:59 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin : Kalimantan Selatan mulai memasuki musim kemarau, sehingga perlu mewaspadai potensi peningkatan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi musim kemarau tahun ini akan berlangsung lebih panjang dan intens dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut meningkatkan kerentanan wilayah terhadap bencana karhutla. Perubahan pola cuaca ini menjadi perhatian serius berbagai pihak terkait.
Berdasarkan laporan BMKG, puncak musim kemarau di Kalimantan Selatan diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026. Pada periode tersebut, curah hujan cenderung rendah sehingga menyebabkan kondisi tanah semakin kering.
Kondisi lahan yang kering, terutama di area gambut, berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan. Hal ini membuat wilayah hutan dan lahan menjadi lebih rentan terbakar..
"Masyarakat diimbau agar waspada dan jangan membakar lahan sembarangan,dengan kerjasama yang solid kita dapat mencegah dampak buruk dari karhutla dan menjaga lingkungan kita tetap aman," ucap Rianita Sekar Utami ,PMG Muda BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Syamsudin Noor Banjarmasin, Selasa,28 April 2026.
Upaya pencegahan juga dilakukan melalui peningkatan patroli serta pemantauan di kawasan rawan karhutla. Selain itu, pemasangan alat deteksi kebakaran udara dilakukan di sejumlah titik untuk mendeteksi dini potensi panas.
Karhutla tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, warga diminta segera melaporkan tanda-tanda kebakaran agar penanganan cepat dapat meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....