Gambaran Padang Mahsyar dan 12 Golongan Manusia
- 28 Apr 2026 19:26 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Padang Mahsyar merupakan tempat berkumpulnya seluruh umat manusia setelah dibangkitkan oleh Allah Swt. Gambaran kondisi di Padang Mahsyar di antaranya matahari berada sangat dekat di atas kepala, sehingga tidak ada lagi yang bisa dibanggakan selain amal kebaikan.
Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz Mahyudin, S.Ag dalam acara Hikmah Subuh, Senin, 27 April 2026. Ia menjelaskan bahwa seluruh manusia akan berada dalam kondisi menunggu keputusan Allah Swt atas amal perbuatannya selama hidup di dunia.
Menurutnya, setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatannya. Di tempat itu, seluruh umat manusia sejak zaman Nabi Adam hingga akhir zaman akan dikumpulkan.
“Di Padang Mahsyar tidak ada lagi jabatan, harta, maupun status sosial, kecuali amal dan rahmat Allah Swt. Setiap orang ditentukan oleh keimanan dan perbuatannya semasa hidup,” ujar Ustaz Mahyudin.
Ia juga menjelaskan adanya dua belas golongan manusia saat dibangkitkan di Padang Mahsyar, sesuai dengan amal perbuatannya. Golongan pertama dibangkitkan tanpa tangan dan kaki, yaitu mereka yang semasa hidup menyakiti hati tetangganya.
Golongan kedua dibangkitkan dalam bentuk babi hutan karena meremehkan salat. Ketiga, berbentuk keledai dengan perut penuh ular dan kalajengking bagi mereka yang enggan membayar zakat.
Keempat, dibangkitkan dengan darah mengalir dari mulut karena berdusta dalam jual beli. Kelima, berbau busuk karena menyembunyikan perbuatan durhaka dan tidak takut kepada Allah Swt.
Golongan keenam dibangkitkan dengan kepala terputus dari badan, yaitu mereka yang menjadi saksi palsu. Ketujuh, tanpa lidah dan mulut dengan darah serta nanah mengalir, yaitu mereka yang enggan memberikan kesaksian yang benar.
Kedelapan, dibangkitkan dalam keadaan terbalik sebagai balasan bagi pelaku zina. Kesembilan, dengan wajah hitam, mata biru, dan perut penuh api, yaitu mereka yang memakan harta anak yatim.
Kesepuluh, tubuh penuh kusta sebagai balasan bagi mereka yang durhaka kepada orang tua. Kesebelas, dibangkitkan dalam keadaan buta hati, perut penuh kotoran, serta lidah menjulur hingga ke perut, yaitu mereka yang gemar minum minuman keras.
Sementara golongan kedua belas dibangkitkan dengan wajah bercahaya, yakni mereka yang rajin beramal saleh, menjauhi maksiat, dan menjaga salat lima waktu berjamaah.
“Maka saatnya kita memperbaiki ibadah, tidak menunda taubat, dan memperbanyak amal kebaikan. Semoga kita termasuk golongan yang beruntung dan mendapat naungan dari Allah Swt,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....