Lomba Rasa Nyata, Ratusan Petugas Damkar di Banjarmasin Adu Ketangkasan
- 25 Apr 2026 15:10 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin — Ratusan petugas pemadam kebakaran beradu cepat, presisi, dan strategi di lapangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kamboja, Sabtu pagi, 25 April 2026. Di balik helm dan seragam tebal, mereka berlomba ketangkasan dalam rangka HUT ke-107 Damkar.
Bukan hanya ajang kompetisi, melainkan simulasi nyata menghadapi risiko kebakaran yang bisa terjadi kapan saja di tengah padatnya Kota Banjarmasin. Wali Kota Banjarmasin, H. M.Yamin HR, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar perlombaan, tetapi bagian penting untuk memastikan kesiapsiagaan dan profesionalisme petugas kita tetap terjaga.
"Kegiatan ini bukan sekedar lomba, tapi simulasi nyata saat mehadapi musibah kebakaran. Mereka adalah garda terdepan yang bertaruh nyawa demi keselamatan masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta,
Peserta diuji dalam kecepatan merespons, kekompakan tim, hingga ketahanan fisik dan mental. Realitas ini mencerminkan kondisi sesungguhnya di lapangan di mana keterlambatan sekecil apa pun bisa berujung pada kerugian besar, baik harta benda maupun nyawa.
Dalam konteks ini, kegiatan tersebut menjadi cermin kekuatan utama Damkar, pengalaman, solidaritas tim, serta dedikasi tinggi dalam pelayanan publik. Namun, di balik kekuatan itu, pertumbuhan kota yang pesat, kepadatan permukiman, hingga akses jalan sempit menjadi tantangan serius dalam penanganan kebakaran.
Belum lagi keterbatasan sarana dan kebutuhan peningkatan teknologi yang terus berkembang. Kondisi ini membuka ruang evaluasi bahwa kesiapan petugas saja tidak cukup tanpa dukungan sistem, infrastruktur, dan kesadaran masyarakat.
Momentum lomba ini sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Pemerintah kota mendorong pemanfaatan teknologi, peningkatan pelatihan berkelanjutan, serta penguatan sinergi antara Damkar, relawan, dan warga.
“Ke depan, kita harus adaptif. Teknologi harus dimanfaatkan, kapasitas harus ditingkatkan, dan masyarakat harus dilibatkan dalam pencegahan sejak dari lingkungan rumah,” kata Yamin, menekankan pentingnya transformasi dalam sistem penanggulangan kebakaran.
Sebagai langkah konkret, pemerintah mengajak masyarakat untuk mulai dari hal sederhana yakni memastikan instalasi listrik aman, tidak membakar sampah sembarangan, serta membentuk sistem deteksi dini di lingkungan masing-masing. Dengan pendekatan ini, perlindungan tidak hanya bertumpu pada Damkar, tetapi menjadi gerakan bersama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....