Sampah Tak Kunjung Tuntas! Anak SD di Banjarmasin Diajak Jadi Garda Depan

  • 23 Apr 2026 13:12 WIB
  •  Banjarmasin

RRI. CO.ID, Banjarmasin – Persoalan sampah yang tak kunjung usai di Kota Banjarmasin kini mulai disasar dari akar paling dasar, yakni anak-anak sekolah. Ketua TP PKK Banjarmasin, Neli Listriani, turun langsung mengedukasi pelajar SDN Gadang 2 tentang pentingnya memilah sampah hingga pemanfaatan teknologi sederhana seperti mesin pencacah plastik, Kamis, 23 April 2026.

Pada kegiatan di Taman Rekreasi dan Edukasi Jahri Saleh itu, Neli menegaskan, perubahan besar harus dimulai dari kebiasaan kecil dan itu harus ditanamkan sejak dini. “Kami dorong anak-anak menjadi agen perubahan dari sekolah. Mereka harus terbiasa memilah sampah dan memahami bahwa sampah memiliki nilai guna,” kata Neli dalam penyampaiannya.

Tak hanya teori, para siswa juga diajak praktik langsung menggunakan mesin pencacah plastik. Metode ini dinilai jauh lebih efektif dalam menanamkan kesadaran, karena siswa melihat sendiri bagaimana sampah bisa diolah menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

Kegiatan pun dikemas atraktif yang diawali dengan Senam Anak Indonesia Hebat, suasana dibuat cair dan penuh semangat. Neli bahkan ikut berbaur bersama para siswa, menegaskan bahwa edukasi lingkungan tak harus kaku, tetapi bisa menyenangkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banjarmasin, Ryan Utama, yang turut hadir, menilai langkah ini sebagai pendekatan strategis dalam membangun karakter generasi muda. “Edukasi lingkungan harus menjadi bagian dari keseharian siswa. Ini bukan hanya soal kebersihan, tapi pembentukan tanggung jawab sejak dini,” ujarnya.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kota Banjarmasin tak ingin lagi hanya berkutat pada penanganan sampah di hilir. Kolaborasi antara TP PKK, sekolah, dan berbagai pihak kini terus didorong untuk menciptakan budaya baru, masyarakat yang sadar, peduli, dan bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri.

“Kami ingin terlibat menyelesaikan penanganan sampah dari hilir. Kita juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun kesadaran masyarakat untuk bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri,” ucap Ryan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....