Krisis Sampah Banjarmasin, TPA Basirih Terancam Penuh
- 22 Apr 2026 16:39 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pengelolaan sampah di Kota Banjarmasin berada pada titik kritis dengan volume mencapai 400 hingga 600 ton per hari. Akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sekaligus ahli tata kota, Dr. Eng. Akbar Rahman, S.T., M.T., mengungkapkan kekhawatirannya terhadap daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih yang kian menipis.
Dalam siaran Kentongan RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 21 April 2026, Akbar menjelaskan bahwa lahan efektif TPA Basirih yang memiliki luas total 40 hektare diperkirakan hanya mampu bertahan dua hingga lima tahun ke depan. Jika tidak ada langkah signifikan dalam pengurangan sampah dari hulu, Banjarmasin berpotensi menghadapi krisis lingkungan akibat penumpukan sampah.
Ketergantungan pada TPA Regional Banjarbakula juga dinilai bukan solusi tunggal karena adanya batasan kuota pembuangan. Banjarmasin hanya memperoleh jatah sekitar 200 ton per hari, sementara sisanya tetap harus ditangani di TPA Basirih yang kondisinya semakin terbebani.
Persoalan distribusi sampah semakin kompleks akibat kondisi armada pengangkut milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang sudah berusia tua. Sekitar 70 persen truk sampah telah beroperasi lebih dari 15 hingga 20 tahun, sehingga rawan mengalami gangguan operasional.
“Pemerintah harus bergerak cepat dengan inovasi,” ujar Dr. Akbar Rahman. “Kuncinya tetap pada perubahan perilaku kolektif masyarakat dalam meminimalisasi produksi sampah harian.”
Akbar menegaskan bahwa sistem konvensional “kumpul-angkut-buang” sudah tidak lagi relevan diterapkan di Kota Banjarmasin. Diperlukan transformasi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan dan berbasis teknologi.
Ia juga mendorong percepatan penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) agar sampah dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri. Dengan demikian, volume sampah yang ditimbun dapat dikurangi sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....