Semangat Kartini dari Tokoh Perempuan IKASBA Kalsel

  • 21 Apr 2026 13:08 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Program Ragam Budaya RRI Pro4 Banjarmasin edisi Senin, 20 April 2026, mengangkat topik “Peran Kartini Ikasba Dalam Membangun Banua”. Siaran ini menghadirkan perwakilan Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa (IKASBA), yakni Ratu, Dr. Ni Nyoman Suarniki, M.M., Lilyanti Oetama, drg. Hj. Hasnilawati Daeng Ratu, M.Si, dan Rakhmat Basuki.

Perwakilan Kerukunan Keluarga Jawa Tengah, Rakhmat Basuki, menjelaskan bahwa topik tersebut diangkat karena bertepatan dengan momentum Hari Kartini yang diperingati pada 21 April 2026. Menurutnya, para narasumber perempuan dari IKASBA tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga merupakan pilar organisasi yang turut berkontribusi membangun daerah dan bangsa.

Perwakilan Kerukunan Keluarga Banjar, Ratu, menyampaikan perannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Di samping hal itu, ia juga berkontribusi dalam memajukan Komunitas UMKM di lingkup Kota Banjarmasin.

"Komunitas UMKM ini sangat luar biasa untuk menambah wawasan, teman, pengetahuan, dan sebagainya," ujar Ratu. "Dan juga menambah rezeki kita, yang bukan hanya dari segi uang, tapi juga rezeki bertemu dengan relasi yang lain."

Kemudian, perwakilan Kerukunan Keluarga Bali, Dr. Ni Nyoman Suarniki, M.M., juga menjelaskan perannya sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga berkarier sebagai dosen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional (Stienas) Banjarmasin. Dalam menjalani kedua peran tersebut, ia berkomitmen untuk mendidik generasi di lingkungan keluarga sekaligus berkontribusi bagi masa depan mahasiswanya.

"Kartini begitu menginspirasi bagi saya, terlebih lagi saya adalah single mother sudah sejak 24 tahun lalu," ujar Nyoman. "Perempuan Indonesia ini luar biasa hebat, bahkan peneliti Indonesia pun banyak yang perempuan, dan kemampuan komunikasi perempuan itu sangat bagus."

Selain itu, perwakilan Kerukunan Keluarga Tionghoa, Lilyanti Oetama, menguraikan perannya sebagai Kartini masa kini dengan menjadi ibu rumah tangga dan pengusaha. Ia juga dikenal aktif sebagai penggerak salah satu komunitas UMKM di Kota Banjarmasin.

"Saya mencoba membangun usaha, yaitu budidaya jamur tiram yang sudah dilakukan selama 20 tahun dan terus berkembang sampai sekarang," ujar Lilyanti. "Saya juga tergabung di komunitas UMKM di bawah bimbingan Disperdagin dan Dinas Koperasi Banjarmasin untuk membantu UMKM lain agar bisa meluaskan pasarnya di retail."

Perwakilan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan, drg. Hj. Hasnilawati Daeng Ratu, M.Si., turut memaparkan profesinya di samping peran utama sebagai ibu rumah tangga. Saat ini, ia bertugas sebagai dokter gigi di RS Bhayangkara Banjarmasin sekaligus ASN Polri di Polda Kalsel yang menjabat sebagai Kepala Urusan DVI (Disaster Victim Identification).

"Saya sebagai ASN Polri mengurus korban-korban terdampak bencana," ujarnya. "Selama bertugas, saya sering berpindah daerah, mulai dari Mamuju, Jakarta, Poso, Palu, hingga kini di Banjarmasin."

Para narasumber menegaskan bahwa kini perempuan memiliki peluang besar untuk berkarier, asalkan memiliki kemampuan. Banyaknya sosok perempuan hebat saat ini diharapkan bisa memotivasi generasi muda untuk meneruskan semangat perjuangan Kartini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....