Wali Kota Turun Tangan! Normalisasi Sungai Teluk Dalam Dikebut!
- 21 Apr 2026 08:55 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, Kembali turun meninjau kegiatan normalisasi sungai di kawasan Sungai Teluk Dalam, Banjarmasin Tengah, Selasa pagi, 21 April 2026. Di lapangan, Yamin memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan aliran sungai sekaligus membangun area retensi guna menahan luapan air.
“Kita ingin melihat langsung normalisasi sungai di kawasan Sungai Teluk Dalam. Saat ini kita fokus pada pembersihan dan normalisasi alur sungai,” kata Yamin di sela peninjauan.
Ia menjelaskan, langkah tersebut menjadi krusial untuk meningkatkan kapasitas tampung air, terutama di kawasan rawan genangan seperti Jalan Zafri Zam Zam dan sekitarnya. “Normalisasi ini penting agar aliran air tidak terhambat. Sehingga potensi genangan bisa diminimalisir,” ujarnya lugas.
Tak main-main, pengerjaan di lapangan juga diperkuat dengan dukungan alat berat. Satu unit ekskavator dan satu unit alat amfibi milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III diterjunkan untuk mempercepat proses pengerukan dan pembersihan sungai yang selama ini menjadi salah satu titik krusial.
Lebih jauh, Pemko Banjarmasin juga menyiapkan langkah lanjutan, yaitu merancang pelebaran alur sungai tengah dengan mempertimbangkan berbagai aspek teknis di lapangan. “Koordinasi terus dilakukan. Termasuk terkait batas wilayah pekerjaan dan penyesuaian dengan infrastruktur seperti tiang listrik serta bangunan warga di bantaran,” ujarnya.
Sebelumnya, setelah sempat terhenti, proyek normalisasi sungai di kawasan Pulau Insan, Jalan Japri Zam Zam, akhirnya kembali dilanjutkan. Pengerjaan tahap awal kini difokuskan pada pembersihan dan pengerukan sungai sebagai langkah percepatan penataan kawasan.
Kepala Bidang Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin, Khairina Rahmi, menegaskan bahwa normalisasi menjadi prioritas utama saat ini. “Untuk percepatan, kita lakukan normalisasi dulu. Sungai kita bersihkan, dikeruk, lumpur dan gulmanya kita pindahkan ke Pulau Insan untuk memperkuat struktur pulaunya,” katanya.
Diketahui, kawasan Pulau Insan memiliki luas sekitar 1,5 hektare dan dirancang tidak hanya sebagai kawasan tertata, tetapi juga memiliki fungsi strategis dalam pengendalian banjir. Untuk itu, tahap berikutnya akan difokuskan pada identifikasi kebutuhan infrastruktur di kawasan tersebut.
“Selanjutnya kita identifikasi mana saja yang belum memiliki siring, lalu kita buatkan DED-nya. Pak Wali juga minta kalau memungkinkan dibangun trotoar atau jalur di pinggir kawasan,” ucap Emmy.
Tak berhenti di situ, proyek ini juga menyasar peningkatan kapasitas sungai sebagai area retensi air. Mengingat saat ini kedalaman sungai masih tergolong dangkal akibat sedimentasi dan pertumbuhan gulma.
“Sekarang kedalaman masih sekitar 1,5 meter karena banyak gulma. Target kita minimal bisa sampai 3 meter,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....