“Jebakan Maut” Jalan Tatah Belayung, Perbaikan Total Masih Angan-Angan?
- 18 Apr 2026 10:41 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin akhirnya angkat bicara terkait kondisi jalan Tatah Belayung yang rusak selama bertahun-tahun. Namun di tengah kebutuhan anggaran yang tembus miliaran rupiah, harapan perbaikan total masih jauh dari kenyataan.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Kartika Estaurina, membeberkan bahwa jalan sepanjang 1.752 meter dengan lebar bervariasi antara 3,5 hingga 5,5 meter itu kini mengalami kerusakan dari kategori ringan hingga berat. Bahkan, di sejumlah titik, kerusakan disebut sudah menembus hingga ke bagian pondasi.
“Panjangnya satu kilometer dengan lebar bervariasi. Dari hasil Detail Engineering Design (DED), total kebutuhan anggaran untuk penanganan penuh mencapai sekitar Rp8 miliar,” ujarnya, Sabtu, 18 April 2026.
Kartika mengungkapkan, laju kerusakan jalan semakin cepat dipicu pesatnya pembangunan perumahan di kawasan tersebut. Kondisi tanah rawa, ditambah posisi jalan yang diapit sungai dan persawahan, membuat struktur jalan sangat rentan amblas dan tergerus.
Ironisnya, keterbatasan anggaran daerah membuat perbaikan menyeluruh belum bisa direalisasikan dan upaya mencari dukungan pusat pun belum membuahkan hasil. “Kami sudah mengusulkan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) sejak 2025. Tapi dari dua ruas yang diajukan, hanya Jalan Sungai Gampa yang mendapat prioritas dan sudah diperbaiki,” ucapnya.
Tak menyerah, pada 2026 ini pihaknya kembali mengusulkan Jalan Tatah Belayung ke program IJD, sekaligus memasukkannya dalam APBD Perubahan. Namun, jika hanya mengandalkan APBD Perubahan, waktu pengerjaan dinilai sangat terbatas.
Dengan panjang jalan yang signifikan dan kebutuhan perbaikan struktur kompleks, termasuk penguatan pondasi menggunakan metode cerucuk dalam, proyek ini dipastikan tak bisa dirampungkan dalam waktu singkat. Sebagai langkah realistis, Pemko Banjarmasin akhirnya memilih fokus pada penanganan segmen paling kritis sepanjang 400 meter pada tahun 2026, dengan anggaran sekitar Rp1 miliar.
“Ini bagian yang paling urgensi karena kerusakannya paling parah. Perbaikan nantinya tak hanya sebatas pengaspalan ulang, tetapi juga mencakup pembangunan siring di beberapa titik guna menahan abrasi dan menjaga stabilitas badan jalan,” ujar Kartika, menjanjikan.
Diketahui, sekitar 7 tahun lamanya, warga merasakan Jalan Tatah Belayung, Kelurahan Tanjung Pagar, Kecamatan Banjarmasin Selatan menjadi “jebakan maut”. Salah seorang warga, Misbah, mengaku kerusakan jalan sudah berlangsung sangat lama tanpa adanya perbaikan berarti dari pihak terkait.
“Sudah tujuh tahun begini. Dari dulu sudah rusak, tidak pernah diperbaiki,” katanya, saat ditemui awak media.
Menurutnya, permukaan jalan yang bergelombang dan dipenuhi lubang di bagian tengah menjadi titik paling berbahaya. Warga yang melintas kerap kehilangan kendali, terutama saat berkendara.
“Bergelombang, berlubang di tengah berbahaya sekali. Banyak orang jatuh di situ, sampai luka-luka,” ujar Misbah mengeluhkan.
Ironisnya, beberapa titik jalan rusak berada persis di dekat aliran sungai. Kondisi ini membuat risiko kecelakaan semakin fatal, karena korban tidak hanya terjatuh, tetapi juga bisa tercebur ke sungai.
“Saya juga sempat tercebur. Apalagi malam hari sangat gelap,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....