Keseimbangan Urusan Dunia dan Akhirat dalam Islam
- 18 Apr 2026 05:41 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Salah satu nasihat yang sangat masyhur di tengah masyarakat Islam adalah 'Bekerjalah untuk duniamu seolah-olah engkau hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seolah-olah engkau mati esok hari'. Makna dari nasehat itu sangat baik, yakni mengajarkan keseimbangan hidup. Hal tersebut disampaikan oleh Ustaz H. Fahruzaini, S.Ag dalam acara Hikmah Subuh, Kamis, 16 April 2026 di Pro.4 RRI.
Ia menegaskan bahwa Islam tidak pernah melarang umatnya untuk bekerja dan mengejar kesuksesan dunia. Namun tentu saja semua aktivitas yang dilakukan hendaknya dilandasi dengan niat yang benar. Sebagaimana makna dari nasehat itu yakni serius dalam urusan dunia dan bersungguh-sungguh dalam urusan akhirat.
Ustaz H. Fahruzaini menjelaskan bahwa urusan dunia itu diantaranya mencari nafkah, ilmu, keterampilan, dan membangun kehidupan. Maka urusan tersebut hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh, terencana, dan profesional. Sedangkan urusan akhirat meliputi kewajiban ibadah salat, jangan menunda taubat maupun amal shalih lainnya karena kematian bisa datang kapan saja.
“Bekerja itu bukan soal mencari nafkah saja, tapi jika kita niatkan karena Allah Swt maka hal itu juga bisa bernilai ibadah. Dari kita mulai bangun tidur sampai kita tidur lagi,” ujarnya.
Menurutnya Islam tidak mengajarkan meninggalkan dunia demi akhirat, atau sebaliknya meninggalkan akhirat demi dunia. Namun dalam ajaran Islam justru mengajarkan agar dunia dikelola dengan ikhtiar yang maksimal dan akhirat juga harus dipersiapkan dengan amal terbaik.
Keseimbangan antara keduanya bisa diraih dengan manajemen waktu yang baik dan kesadaran bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.
"Hidup harus produktif, tetapi hati tetap terikat kepada Allah Swt. Membangun dunia sebagai sarana, dan menyiapkan akhirat sebagai tujuan utama. Jangan sampai kita sibuk membangun dunia, tapi lupa menyiapkan bekal untuk akhirat,” ujar Ustaz Fahruzaini menegaskan.
Di akhir program Hikmah Subuh, Ustaz Zaini mengingatkan bahwa setiap profesi memiliki peluang untuk bernilai pahala, selama dilakukan dengan cara yang halal dan penuh tanggung jawab. Ia juga mengajak seluruh umat muslim untuk menjadikan aktivitas sehari-hari sebagai ladang amal, mulai dari bekerja, membantu sesama, hingga menjaga kejujuran dalam setiap tindakan sebagai kunci menuju keberkahan Allah Swt.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....