Smart Girl, Kunci Masa Depan Perempuan

  • 17 Apr 2026 22:45 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Pendidikan anak perempuan menjadi fondasi penting dalam menciptakan masa depan bangsa yang adil, berkelanjutan, dan sejahtera
  • Anak perempuan yang mendapatkan pendidikan berkualitas memiliki peluang lebih besar untuk mandiri, berkontribusi sosial, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga dan masyarakat
  • Dalam perspektif global dan Islam, pendidikan bagi perempuan adalah hak sekaligus kewajiban yang harus didukung oleh keluarga, lingkungan, dan kebijakan yang setara

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pendidikan anak perempuan menjadi fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa yang lebih adil dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan Akademisi FTK UIN Antasari Syarifah Salmah, M.Pd.I dalam dialog Lentera Kehidupan di RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat malam 17 April 2026.

Momentum menjelang peringatan Hari Kartini Syarifah maknai sebagai pengingat bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan. Pendidikan yang berkualitas ia nilai mampu mendorong perempuan menjadi pribadi yang cerdas, mandiri, dan percaya diri.

“Smart Girl, Strong Future bukan sekadar slogan, tetapi ajakan nyata untuk memastikan setiap anak perempuan mendapatkan pendidikan yang layak,” ucap Syarifah Salmah. “Ketika perempuan terdidik, dampaknya bukan hanya pada dirinya, tetapi juga pada keluarga dan masyarakat luas.”

Dosen PGMI FTK UIN Antasari tersebut menjelaskan, pendidikan anak perempuan juga menjadi bagian dari agenda global melalui Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan pendidikan berkualitas dan kesetaraan gender. Dukungan lingkungan yang positif dan kesempatan belajar yang setara dinilai sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepercayaan diri anak perempuan.

“Anak perempuan seringkali masih menghadapi stereotip gender yang membatasi ruang geraknya,” katanya. “Padahal dengan dukungan yang tepat, mereka mampu berkembang dan berkontribusi secara maksimal.”

Lebih lanjut, ia mengatakan pendidikan anak perempuan juga memiliki dampak luas dalam aspek sosial dan ekonomi, seperti menekan angka pernikahan dini, meningkatkan kualitas kesehatan keluarga, serta mengurangi kemiskinan. Dalam perspektif Islam, kewajiban menuntut ilmu berlaku bagi semua tanpa membedakan laki-laki dan perempuan.

“Dalam Islam, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim tanpa membedakan gender,” ujar Syarifah Salmah. “Perempuan yang terdidik akan menjadi pilar penting dalam membangun generasi yang berakhlak dan berilmu.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....