Alarm Bahaya Rumah Tangga Banjarmasin! Perceraian Meledak, Istri Dominasi Gugatan

  • 15 Apr 2026 12:16 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Angka perceraian di Kota Banjarmasin dari tahun ke tahun diketahui terus menanjak. Berdasarkan data dari Pengadilan Agama (PA) Kota Banjarmasin, sepanjang 2024 tercatat sekitar 2.500 perkara perceraian, meningkat menjadi sekitar 2.700 perkara pada 2025.

Memasuki 2026, dalam kurun waktu tiga bulan pertama sudah ada 451 perkara perceraian didaftarkan dan ditangani. Panitera PA Kota Banjarmasin, Mukhyar, mengungkapkan angka tersebut sudah mencapai lebih dari seperempat dari total perkara yang diperkirakan masuk sepanjang tahun.

“Setiap tahun perkara perceraian naik. Dalam tiga bulan terakhir ini saja sudah mencapai lebih dari seperempat dari total perkara tahunan,” kata Mukhyar.

Dari 451 perkara yang masuk di awal 2026, sebanyak 119 di antaranya disertai gugatan terkait hak perempuan dan anak, seperti nafkah iddah, mut’ah, dan madhiyah. Namun, tidak semua gugatan tersebut dikabulkan, dan hanya 89 perkara yang permohonannya disetujui oleh majelis hakim.

“Keputusan hakim mempertimbangkan kemampuan finansial pihak suami. Dibuktikan melalui keterangan saksi serta kondisi riil seperti penghasilan dan beban utang,” ucap Mukhyar.

Menurutnya, persoalan ekonomi masih menjadi biang kerok utama retaknya rumah tangga. Ketidakstabilan keuangan seringkali memicu konflik berkepanjangan, bahkan berujung pada pertengkaran hebat hingga kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Tak hanya itu, faktor lain seperti perselingkuhan, kebiasaan buruk seperti mabuk-mabukan, hingga persoalan hukum yang menjerat salah satu pasangan juga turut memperparah situasi. Menariknya, mayoritas gugatan perceraian justru datang dari pihak perempuan.

Fenomena ini menunjukkan meningkatnya kesadaran perempuan dalam memperjuangkan haknya saat merasa dirugikan dalam rumah tangga. “Mayoritas gugatan datang dari istri. Alasan utamanya perselisihan dan pertengkaran terus-menerus yang dipicu masalah ekonomi,” ujar Mukhyar, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....