Harga Naik-Turun, Inflasi di Banjarmasin Makin Mengkhawatirkan?
- 14 Apr 2026 14:45 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin merespons gejolak harga bahan pokok yang kian fluktuatif. Dipimpin langsung Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, bersama Plt. Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Dolly Syahbana, jajaran Pemko melakukan monitoring ke sejumlah titik distribusi, Selasa, 14 April 2026.
Pantauan dilakukan di Pasar Tradisional Kalindo hingga gudang distributor di kawasan Pergudangan Basirih. Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius pemerintah dalam menekan laju inflasi yang mulai menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan.
Plt. Sekda Banjarmasin, Dolly Syahbana, mengungkapkan hasil monitoring menunjukkan adanya pergerakan harga yang cukup signifikan di lapangan. Beberapa komoditas mengalami kenaikan seperti beras, ikan nila, dan ayam ras.
“Terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan seperti beras, ikan nila, dan ayam ras. Sementara harga telur mengalami penurunan, minyak goreng relatif stabil dan beberapa jenis cabai mulai turun meskipun harganya masih tergolong tinggi,” kata Dolly.
Tak hanya pasar, rombongan juga menelusuri jalur distribusi dengan meninjau gudang milik PT Agro Bogo Utama di kawasan Basirih. Dari sana terungkap bahwa distribusi bahan pokok tak hanya menyuplai Banjarmasin, tetapi juga menjangkau sejumlah daerah penyangga.
“Dari hasil peninjauan di pergudangan, diketahui bahwa distribusi bahan pokok tidak hanya untuk Kota Banjarmasin, tetapi juga menjangkau daerah sekitar seperti Martapura, Banjarbaru, Pelaihari hingga Kapuas. Ini menunjukkan pentingnya menjaga kelancaran distribusi agar pasokan tetap stabil,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dolly mengakui kondisi inflasi di Banjarmasin saat ini tidak bisa dianggap remeh, bahkan posisinya berada di peringkat kedua tertinggi di Kalimantan Selatan. Sorotan tajam juga diarahkan pada kelangkaan komoditas lokal yang mulai dirasakan masyarakat, salah satunya ikan haruan.
“Kita berharap melalui monitoring ini, kita dapat melihat secara langsung bagaimana perkembangan harga di lapangan serta dampaknya terhadap inflasi. Untuk ikan haruan, saat ini ketersediaannya cukup terbatas bahkan cenderung kosong,” ucap Dolly.
Pemko Banjarmasin melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memastikan pengawasan akan terus diperketat. Langkah strategis pun tengah disiapkan agar gejolak harga tidak semakin liar, sekaligus menjamin ketersediaan bahan pokok tetap aman di tengah tekanan inflasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....