Pelanggan Seret, Direktur Baru PALD Diminta Turun ke Lapangan
- 13 Apr 2026 18:16 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin — Wali Kota H. M. Yamin HR memberikan catatan keras terhadap kinerja Perusahaan Umum Daerah Pengelola Air Limbah Domestik (Perumda PALD), khususnya soal minimnya pertumbuhan pelanggan. Sorotan itu disampaikan saat Ekspose Laporan Tahunan sekaligus pengangkatan Dewan Pengawas (Dewas) dan Direktur terpilih, Senin, 13 April 2026.
Dalam forum tersebut, Yamin menegaskan bahwa angka penambahan pelanggan pada 2025 yang hanya mencapai 141 sambungan baru menjadi “alarm serius” bagi manajemen baru. “Ini jadi catatan penting. Jangan sampai perusahaan ini hanya berjalan di tempat. Penambahan pelanggan yang minim harus jadi alarm bagi kita semua,” kata Yamin.
Diketahui, posisi Dewas kini dijabat oleh Machli Riyadi, sementara kursi Direktur diisi oleh Endani Kastien. Yamin pun meminta jajaran baru tidak sekadar bekerja di balik meja, tetapi aktif turun langsung ke masyarakat untuk mengedukasi pentingnya sanitasi serta bahaya pencemaran lingkungan.
Menurutnya, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan air limbah domestik menjadi tantangan yang harus dijawab dengan strategi jemput bola. “Jangan hanya duduk di kantor. Harus lebih masif memberikan pemahaman ke masyarakat soal pentingnya sanitasi, karena menyangkut kesehatan dan lingkungan kita,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Perumda PALD, Endani Kastien, menyatakan siap menjawab tantangan tersebut dengan langkah konkret di lapangan. Tak hanya itu, pihaknya juga berkomitmen memaksimalkan kapasitas yang masih menganggur (idle capacity) yang saat ini mencapai sekitar 80,57 persen.
“Kami akan melakukan jemput bola, turun langsung ke masyarakat, dan memasifkan sosialisasi terkait pentingnya sanitasi. Kami melihat ini sebagai potensi besar, dengan optimalisasi kapasitas yang ada, kami yakin jumlah pelanggan bisa meningkat,” ucapnya.
Di sisi lain, kondisi keuangan Perumda PALD Kota Banjarmasin juga tengah terseok. Sejak awal 2025, gaji karyawan hanya mampu dibayarkan 40 persen dari seharusnya, karena pendapatan perusahaan hanya berkisar Rp95 juta hingga Rp100 juta per bulan, habis untuk membayar biaya operasional.
Kala itu, Perumda PALD pun berupaya menambah pelanggan baru. Saat ini, layanan pengelolaan limbah sudah merambah poliklinik dan apotek, dan ke depan perusahaan akan menyasar sektor besar yang potensial.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....