Padi Apung Kandas di Banjarmasin, Pasang Surut Air Jadi ‘Musuh Utama’

  • 12 Apr 2026 13:16 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Rencana penerapan metode pertanian padi apung di Kota Banjarmasin diakui sulit terealisasi. Kondisi geografis yang didominasi pasang surut air justru menjadi penghalang utama bagi sistem tanam yang mengandalkan genangan stabil tersebut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi mengungkapkan karakter lahan di Banjarmasin tidak memenuhi syarat utama untuk pengembangan padi apung. “Kriteria padi apung ini lahannya harus terendam terus menerus. Sedangkan kondisi Banjarmasin ini pasang surut, jadi tidak bisa dilakukan,” katanya.

Menurutnya, metode padi apung membutuhkan kondisi air dengan ketinggian stabil agar akar tanaman tetap dapat menyentuh tanah. Namun, dinamika air di Banjarmasin yang naik-turun membuat kondisi tersebut sulit tercapai.

“Sebenarnya kalau air surut tidak masalah, tetapi ketika air lebih tinggi lagi tentu akan memutus akar yang sudah menempel di tanah. Hal ini yang menjadi kendala besar Kota Banjarmasin,” ujarnya, menjelaskan.

Ia menambahkan, saat air pasang tinggi, akar tanaman yang sebelumnya menancap di tanah bisa terlepas bahkan terputus. Kondisi ini berpotensi mengganggu pertumbuhan hingga menyebabkan kegagalan panen.

Meski demikian, DKP3 belum sepenuhnya menutup peluang dan upaya pencarian lokasi yang memungkinkan tetap dilakukan sebagai langkah eksplorasi. Sebagai langkah awal, pihaknya berencana melakukan uji coba di lahan sekitar kantor DKP3 Banjarmasin untuk mempelajari lebih dalam karakteristik padi apung di wilayah tersebut.

“Kita coba mencari daerah mana yang bisa kita identifikasi dan sesuai untuk pola padi apung ini. Insya Allah lahan sekitar kantor akan kita cobakan padi apung ini seperti apa hingga kita bisa mengetahui karakteristik yang memang diperlukan terhadap vegetatif padi apung tersebut,” ucapnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....