Proyek PSEL Diharapkan Bermanfaat Nyata Bagi Masyarakat di Barito Kuala

  • 11 Apr 2026 10:48 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Upaya penanggulangan sampah di Kalimantan Selatan memasuki babak baru melalui kerja sama pembangunan instalasi pengolah sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di wilayah perkotaan.

Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, menghadiri penandatanganan kerja sama pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berlangsung di Gedung Idham Khalid pada Kamis, 9 April 2026. Proyek strategis ini melibatkan tiga wilayah utama di Kalimantan Selatan yakni Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Barito Kuala sebagai kawasan aglomerasi.

Dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Kementerian Lingkungan Hidup, Hanifah Dwi Nirwana, menyampaikan pentingnya komitmen pemerintah daerah. Terutama dalam hal penyediaan lahan dan pasokan sampah untuk mendukung keberlanjutan program.

"Kita saksikan komitmen dari pemerintah daerah di dalam pasokan sampahnya, menyiapkan lahannya, dan juga dukungan penanganan lahannya nanti. Harapannya karena program ini rencana operasionalnya relatif lama, sekitar 30 tahun, sehingga program PSEL ini tentunya perlu dimasukkan di dalam rencana daerah masing-masing," ujar Hanifah.

Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, menyambut positif kerja sama tersebut sebagai solusi jangka panjang bagi permasalahan lingkungan. Ia berharap program ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Kalimantan Selatan.

"Alhamdulillah hari ini kita sudah melakukan acara kesepakatan tanda tangan berkaitan dengan penanggulangan sampah. Mudah-mudahan program kementerian tentang penanggulangan sampah dengan membangun pabrik pengolahan sampah menjadi energi ini bisa terwujud dan bisa bermanfaat, khususnya buat masyarakat kita di Kalimantan Selatan," ucap H. Bahrul Ilmi.

Kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam pembangunan infrastruktur pengolahan sampah berbasis energi di daerah. Program tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi alternatif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....