Kedelai Naik 30 Persen, Harga Tahu Tempe Ikut Melambung

  • 09 Apr 2026 16:59 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Isu kenaikan harga kedelai mulai dirasakan masyarakat di Kalimantan Selatan dalam beberapa waktu terakhir. Dampaknya terlihat pada produk olahan seperti tahu dan tempe yang mengalami penyesuaian harga di pasaran.

Seorang pemilik pabrik tahu di Banjarbaru, Yoga, mengungkapkan harga kedelai mengalami lonjakan signifikan. Harga kedelai meningkat 30 persen, dari sebelumnya Rp8.000 menjadi Rp11.500 per kilogram.

“Kenaikan kedelai ini sudah dalam semingguan ini nah, dari Rp8.0000 menjadi Rp10.000. Eh malah naik lagi jadi Rp11.000 lebih sekarang,” ujarnya, Kamis 9 April 2026.

Ia menjelaskan, kenaikan tersebut cukup berdampak terhadap biaya produksi yang harus ditanggung. Dalam sekali produksi, dirinya membutuhkan sekitar tiga kuintal kedelai untuk diolah menjadi tahu.

Akibatnya, harga jual tahu ke pasaran turut mengalami kenaikan untuk menyesuaikan biaya produksi. Saat ini, tahu ukuran kecil dijual Rp75.000 per ember dari sebelumnya Rp70.000, sedangkan ukuran besar naik menjadi Rp80.000 dari Rp75.000 per ember.

“Awal-awal sudah coba ditahan untuk tidak dinaikkan harganya, eh bahannya malah naik lagi, ditambah ini harga plastik juga. Jadi ya harus dinaikkan sekalian semuanya biar rata, kalo gak gitu ya rugi kita,” katanya.

Sementara itu, pendistribusian tahu tersebut dilakukan ke sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Antasari dan Pasar Lama. Kenaikan harga ini pun dirasakan langsung oleh para pedagang dan konsumen di pasar.

Salah satunya pedagang sayur di Pasar Antasari, Maisyarah mengatakan harga tahu dan tempe di tingkat eceran juga ikut naik. Harga tempe mengalami kenaikan dari Rp4.000 menjadi Rp5.000, sementara tahu naik dari Rp4.000 menjadi Rp5.000 per ikat plastik.

Menurutnya, kenaikan harga dipicu oleh mahalnya bahan baku kedelai serta biaya plastik yang ikut meningkat. Ia menambahkan, kondisi ini berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat karena harga yang semakin tinggi.

“Dari mulai harga plastik naik itu semuanya jadi ikut naik, tempe tahu naik seribu, sekarang dijual rata Rp5000. Dampaknya ya pembeli banyak yang gak jadi, berkurang jadinya jumlah pembeli, karena mahal ini,” ucapnya.

Pedagang berharap kenaikan harga ini dapat segera diantisipasi melalui stabilisasi pasokan kedelai agar tidak semakin memberatkan pelaku usaha dan masyarakat. Pemerintah pun diharapkan turut mengambil langkah strategis guna menjaga kestabilan harga pangan di Kalimantan Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....