Sawah Terancam Beton, Wali Kota Banjarmasin Kirim Sinyal Keras

  • 08 Apr 2026 14:31 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Di tengah gempuran alih fungsi lahan yang kian tak terbendung, Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan pertanian tidak boleh kalah oleh beton. Pesan itu disampaikan Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, saat melakukan tanam padi perdana bersama petani di Sungai Andai, Rabu, 8 April 2026.

Dari sekitar 260 hektare lahan pertanian yang tersisa, hanya 200 hektare yang masih bisa digarap dan ironisnya hingga April ini luas tanam baru menyentuh 1 hektare. “Ini jadi alarm bagi kita semua. Kalau tidak dijaga, lahan pertanian bisa habis tergeser pembangunan,” kata Yamin di tengah hamparan sawah.

Ia mengingatkan, luas wilayah Banjarmasin yang hanya sekitar 98 kilometer persegi membuat tekanan terhadap ruang semakin nyata. Di satu sisi, kebutuhan perumahan terus meningkat, namun di sisi lain ketahanan pangan tak boleh dikorbankan.

“Kita harus menjaga kawasan ini sebagai wilayah pertanian. Jangan sampai hilang. Ini soal masa depan pangan kita,” ujarnya.

Meski demikian, Sungai Andai masih dinilai punya potensi besar sebagai penopang kebutuhan pangan lokal, terlebih puncak musim tanam diprediksi terjadi pada Mei 2026. Namun ancaman nyata sudah di depan mata, mulai dari banjir, kekeringan saat kemarau, hingga serangan hama.

“Kami berharap dukungan dari pemerintah provinsi dan balai wilayah untuk pembangunan irigasi. Saat banjir, air jangan sampai merendam tanaman. Saat kemarau, harus ada sistem pompanisasi agar petani tetap bisa bertani,” ucapnya.

Tak hanya soal pertanian, Yamin juga menyinggung arah pembangunan kota yang dinilai mulai mengabaikan karakter alam Banjarmasin sebagai kota rawa. Pemerintah kota pun menjanjikan kebijakan yang lebih berpihak kepada petani, termasuk pendampingan berkelanjutan.

“Tapi persoalan alih fungsi lahan dan minimnya infrastruktur tetap menjadi pekerjaan rumah yang mendesak. Kita akan buat kebijakan yang berpihak kepada petani, termasuk pendampingan berkelanjutan,” ucapnya.

Kegiatan tanam padi ini turut dihadiri Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Slamet Riyadi, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, bersama jajaran dan kelompok tani setempat. Yuli mengatakan saat ini sudah memasuki musim kemarau hingga menjadi momentum pas untuk dimulainya musim tanam oleh para petani.

"Mudah-mudahan para petani bisa mempercepat pertanamanan hingga target yang dihasilkan tercapai. Karena saat ini sudah memasuki musim kemarau, momen yang pas untuk dimulainya musim tanam oleh para petani,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yuliansyah menjelaskan bahwa di tahun 2025 dulu hasil panen padi mencapai 1.900 hektar atau 10 ribu ton beras. Tentunya target yang sama diharapkan tercapai kembali di tahun 2026, bahkan lebih bagus jika lebih tinggi lagi angkanya.

"Harapanya bisa tercapai, bahkan melebihi dari target sebelumnya karena kesuburan tanah di Banjarmasin ini cukup baik. Kalau di tahun 2025 dulu hasil panen padi mencapai 1.900 hektar atau 10 ribu ton beras," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....