Aktualisasi Takwa dan Perubahan Diri setelah Ramadan
- 06 Apr 2026 11:33 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Usaha mendekatkan diri kepada Allah Swt seharusnya terus dilakukan sepanjang sebelas bulan pasca Ramadan. Hal ini disampaikan Ustaz Prof. Dr. H. Jalaluddin, M.Hum., pada acara Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Rabu, 1 April 2026.
Ustaz Jalaluddin menekankan pentingnya mengevaluasi perubahan diri setelah Ramadan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana ibadah selama bulan suci berdampak pada perilaku dan ketaqwaan seseorang.
| Baca juga: PKL “Bebas” Berjualan di Pasar Wadai Ramadan |
“Tentu saja kita memerlukan instrumen atau alat ukur apakah kita telah berubah menjadi hambanya yang bertakwa,” ujarnya. “Atau kembali seperti sebelum bulan Ramadan, tanpa ada peningkatan apapun.”
Jalaluddin menambahkan, jika ibadah puasa hanya sebatas menahan lapar dan haus tanpa menimbulkan perubahan perilaku dalam muamalah maupun peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah, maka makna Ramadan tidak sepenuhnya tercapai. Menurutnya, esensi puasa adalah mengubah akhlak dan memperbaiki ibadah kepada Allah Swt.
“Nah, karena itulah kita bisa mengukur perilaku kita; tentu ini berpulang kepada diri pribadi masing-masing,” ujarnya.
Dengan demikian, Ramadan bukan hanya momentum ibadah di bulan itu saja, tetapi menjadi titik awal untuk perbaikan diri yang berkelanjutan sepanjang tahun. Penerapan nilai-nilai ibadah akan tercermin dalam akhlak dan tindakan sehari-hari, baik dalam hubungan dengan sesama maupun dalam ketaatan kepada Allah Swt.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....