El Nino Godzilla Mengintai Banjarmasin! Kebakaran Lahan dan Krisis Air Mengancam

  • 06 Apr 2026 15:49 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Warga Banjarmasin diminta bersiap menghadapi ancaman fenomena El Nino “Godzilla” yang diprediksi membawa kemarau ekstrem tahun ini. Peringatan keras disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), menyusul proyeksi musim kering yang lebih panjang, panas, dan minim curah hujan.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarmasin, Husni Thamrin, menegaskan bahwa kondisi tahun ini tidak bisa dianggap biasa, yang merujuk pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). “Tahun 2026 ini berbeda. Kemaraunya diprediksi lebih panjang dan lebih kering. Kita harus waspada sejak dini,” kata Husni Thamrin, Senin, 6 April 2026.

Meski bukan daerah dengan hutan luas, Banjarmasin tetap menghadapi ancaman serius kebakaran lahan. Belajar dari tahun 2023, tercatat sedikitnya 41 titik kebakaran terjadi yang mayoritas dipicu aktivitas pembakaran sampah warga yang kemudian merembet ke lahan kering.

“Api kecil dari sampah bisa menjalar ke rumput kering dan menyebabkan kebakaran besar. Bahkan memicu kabut asap yang berbahaya,” ujarnya.

BPBD mengidentifikasi dua wilayah paling rawan, yakni Banjarmasin Selatan dan Banjarmasin Utara, yang memiliki lahan terbuka dengan vegetasi kering yang mudah terbakar saat suhu meningkat drastis. “Kedua kecamatan ini memiliki lahan cukup luas dengan vegetasi kering yang mudah terbakar saat musim kemarau. Sebagian juga ada wilayah Banjarmasin Timur yang cukup rawan,” ucap, menambahkan.

Tak hanya kebakaran, ancaman lain yang membayangi adalah krisis air bersih. Sumber air baku PDAM yang bergantung pada sungai berisiko mengalami intrusi air laut, sehingga kadar garam meningkat saat kemarau panjang.

“Kalau air sungai menjadi asin, tentu akan menyulitkan. Karena itu masyarakat diminta mulai berhemat air dan menyiapkan cadangan seperti tandon,” imbaunya.

Fenomena El Nino yang diperkirakan mulai terasa sejak Mei ini diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus, membawa suhu tinggi dan kekeringan ekstrem. BPBD pun menekankan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.

“Kita semua harus terlibat agar tidak terjadi bencana yang merugikan lingkungan. Warga juga diminta aktif melaporkan potensi kebakaran, melalui layanan darurat 112 disiagakan selama 24 jam untuk memastikan respons cepat di lapangan,” ujarnya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....