Krisis Harga Diri dalam Perspektif Islam

  • 05 Apr 2026 11:22 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Fenomena krisis harga diri atau self-worth kian marak terjadi di tengah masyarakat modern, terutama akibat tekanan sosial dan pengaruh media digital. Hal ini menjadi pembahasan dalam program Hikmah Subuh di RRI Pro4 Banjarmasin, Minggu, 5 April 2026, yang menghadirkan Ustaz Doni Marantika, S.Si., dari IKADI (Ikatan Dai Indonesia) Kalsel.

Ustaz Doni menjelaskan bahwa dalam perspektif Islam, manusia sejatinya telah dimuliakan oleh Allah Swt sejak awal penciptaannya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surah Sad ayat 71–72, bahwa manusia tidak hanya diciptakan dari tanah, tetapi juga disempurnakan serta ditiupkan ruh oleh Allah Swt.

“Banyak orang hari ini merasa tidak berharga karena mengukur dirinya dari standar manusia, padahal Allah sudah memuliakan kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu strategi Iblis adalah membuat manusia merasa rendah diri dengan hanya melihat kekurangan dirinya. Hal tersebut diibaratkan seperti Iblis yang menolak sujud kepada Nabi Adam karena hanya melihat unsur tanah.

Menurutnya, ketergantungan pada validasi eksternal, seperti media sosial, menjadi salah satu penyebab utama menurunnya rasa percaya diri. Dalam Islam, harga diri seseorang tidak ditentukan oleh penilaian orang lain, melainkan oleh hubungannya dengan Allah Swt.

“Percaya diri itu perlu, tetapi tetap harus disadari bahwa semua berasal dari Allah agar tidak menimbulkan kesombongan,” ucapnya.

Ustaz Doni juga mengingatkan pentingnya membangun keseimbangan antara percaya diri dan kerendahan hati. Ia berharap masyarakat mampu memahami kembali nilai diri dan tidak mudah terpengaruh oleh standar semu yang berkembang di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....