Asah Kreativitas Anak, Gereja Santa Maria Banjarmasin Gelar Lomba Paskah
- 05 Apr 2026 14:10 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Memperingati hari raya Paskah, Gereja Katolik Santa Maria Banjarmasin menggelar rangkaian perlombaan kreatif bagi puluhan anak pada Minggu, 5 April 2026. Kegiatan ini menjadi sarana bagi generasi muda gereja untuk mengaktualisasikan diri sekaligus merayakan kebangkitan Yesus Kristus melalui ekspresi seni.
Koordinator Pewartaan Gereja Katolik Santa Maria, Filicia Chandra, menyebut rangkaian kegiatan ini merupakan puncak dari peringatan Tri Hari Suci. Tahun ini, pihak gereja menyediakan berbagai kategori lomba yang disesuaikan dengan jenjang usia anak-anak jemaat.
"Kami menyediakan lomba mewarnai untuk tingkat TK, sementara untuk jenjang SD kami buat konsep kolase biji-bijian yang paling banyak diminati. Selain itu, untuk kategori kelas 6 SD hingga SMP, kami buat lomba menulis doa dan ucapan syukur," ujarnya Minggu, 5 April 2026.
Total terdapat 58 anak yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini dengan pendampingan dari Orang Muda Katolik (OMK) serta para orang tua. Filicia menegaskan melibatkan anak-anak sejak dini sangat penting karena mereka merupakan masa depan dan penerus gereja.
Antusiasme ini salah satunya terlihat dari kehadiran Anastasia, salah seorang orang tua peserta yang mendampingi anaknya berkompetisi. Ia sengaja mengikutsertakan anaknya agar sang buah hati lebih akrab dengan teman sebaya sekaligus mengenal potensi kreativitasnya sejak dini.
"Anak saya hari ini ikut lomba mewarnai. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini agar anak-anak semakin semangat ke gereja karena ada ruang bermain dan belajar juga," ucapnya.
Sementara itu, Frater Pastoral Gereja Katolik Santa Maria, Frater Claudio Tumbel MSC, memberikan pandangan dari sisi spiritualitas Paskah. Menurutnya, kebangkitan Tuhan memberikan harapan bagi orang beriman untuk membangun persaudaraan.
Frater Claudio menilai pengenalan makna Paskah melalui lomba-lomba kebersamaan sangat efektif bagi tumbuh kembang iman anak-anak. Hal ini bertujuan agar anak-anak tidak hanya datang ke gereja secara formalitas, tetapi dapat menghayati semangat kasih dan rendah hati.
"Melalui lomba ini, mereka diajarkan bahwa kegiatan gereja adalah kegiatan kebersamaan yang produktif. Sehingga nantinya iman mereka semakin kuat ke depannya," katanya.
Rangkaian acara perlombaan ini pun ditutup dengan penuh sukacita oleh para peserta dan orang tua. Semangat kebersamaan yang terjalin diharapkan mampu menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus terlibat aktif dalam berbagai kegiatan produktif di lingkungan gereja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....