Dampak Konflik Global, Harga Plastik di Banjarmasin Melambung Tinggi
- 03 Apr 2026 22:03 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Gejolak harga bahan baku plastik di pasar global mulai berdampak pada harga jual di tingkat pedagang dan pelaku usaha di Kota Banjarmasin. Kenaikan harga kemasan plastik yang hingga hari ini mencapai 40 persen terjadi akibat dampak konflik di Timur Tengah.
Chitra, seorang pemilik toko plastik, menyebutkan kenaikan ini tidak terjadi sekaligus melainkan merangkak naik secara bertahap. Mulai dari kenaikan 20 persen di awal, kini kenaikan harga sudah menyentuh angka 40 persen untuk hampir semua produk berbahan dasar plastik.
"Jadi ini juga memang bergantung pabrik, kalau pabrik bahannya banyak mungkin naiknya sedikit. Tapi yang naik signifikan memang barang berbahan plastik, seperti styrofoam, kantong kresek, sampai gelas plastik," ujarnya, Jumat, 3 April 2026.
Data di lapangan menunjukkan satu bal styrofoam yang sebelumnya seharga Rp300 ribu, kini naik signifikan menjadi Rp400 ribu. Sementara itu, harga kantong plastik besar naik dari Rp11 ribu menjadi Rp15 ribu per pak, dan gelas minuman besar melonjak dari Rp20 ribu ke angka Rp30 ribu per pak.
Bahkan untuk pembelian borongan, harga satu bal kantong plastik kini mencapai Rp1,3 juta dari harga sebelumnya yang hanya Rp1 juta. Melihat tren harga yang terus melonjak dan tidak menentu ini, Chitra pun mulai melakukan penyesuaian terhadap stok barangnya.
"Kondisi harga sekarang lagi bergejolak dan tidak menentu, jadi penjualan juga sepi. Pelanggan yang biasanya beli tiga, sekarang cuma ambil satu dulu, jadi saya tidak berani stok barang banyak-banyak," katanya.
Dampak kenaikan di tingkat toko ini pun merembet ke para pelaku usaha kecil lainnya seperti jasa katering. Alva, salah seorang pemilik katering, mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan antara Rp2 ribu sampai Rp3 ribu untuk setiap pembelian perlengkapan plastik.
Naiknya biaya untuk bungkus makanan ini memaksanya untuk memutar otak agar usahanya tetap berjalan. Ia pun harus menyesuaikan modal operasional yang semakin membengkak setiap harinya.
"Kami sebenarnya agak khawatir karena harga barang serba naik, jadi susah mengatur harga jual ke pelanggan. Untuk menyiasatinya, kami terpaksa menyesuaikan porsi makanan agar biaya modal tetap tertutupi," ujar Alva.
Para pedagang dan pelaku usaha di Banjarmasin pun berharap harga plastik dapat segwra kembali stabil dan terjangkau seperti semula. Mereka khawatir jika harga terus naik, daya beli masyarakat akan semakin menurun dan usaha kecil semakin sulit bertahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....